Skip to main content

Sensasi Wisata Sejarah di Makam Raja-raja Lamuru Bone

makam raja lamuru bone
Lokasi makam tua Raja-raja Lamuru di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. (KABAR.NEWS/Andi Khaerul)

 

KABAR.NEWS, Makassar - Berwisata sekaligus menambah wawasan sejarah terkait kerajaan masa lampau, khususnya di Sulawesi Selatan, rasanya sangat pas jika berkunjung ke Kompleks Makam Raja-raja Lamuru, di Watang Lamuru, Kabupaten Bone.

 

Sebagai salah satu dari sekian banyak peninggalan kerajaan yang tersebar di Sulsel, Lamuru juga menyimpan cerita tentang kebesarannya. Hal ini terlihat dari makam-makam tua yang masih terjaga, baik ukiran klasik kuno serta beberapa artefak seperti lesung batu, keramik lokal dan asing, fosil binatang, anak panah serta bekas tempat pembakaran mayat.

 

Menurut Budiman, salah seorang penjaga Makam Kejaraan Lamuru, untuk menjaga kelestariannya, semua makam yang ada lokasi tersebut mendapat perawatan khusus. "Perawatan secara khusus terhadap setiap makam selalu dilakukan tiap 5 tahun sekali," ucap Budiman kepada KABAR.NEWS, Selasa (19/6/2018).

 

Sementara, Juru Pelestari Cagar Budaya Makam Raja-raja Lamuru, Ahmadi mengatakan, pemugaran makam tersebut dimulai sejak tahun 1975 dan selesai pada 1977. Di mana saat itu masih bernama Pelestarian Sejarah Purbakala. Sekarang Balai Pelestarian Cagar Budaya.

 

"Siapapun bisa masuk, asal melapor dulu dan wajib menjaga kelestarian dan kebersihan di area makam. Di sini sejak masa-masa liburan Idul Fitri banyak yang datang, puncaknya di hari kedua. Dan tiap hari tercatat 500 pengunjung yang datang," ungkapnya.

 

Pantauan di lokasi, beberapa makam Raja-raja Lamuru yang terlihat di lokasi diantaranya, Datu Lamuru III We Tenri Billi, Datu Lamuru VII La Mappaware, Datu Lamuru VI La Mappa Sunra, Satu Lamuru VIII Larumpang Mogga, dan masih banyak lagi makam para raja lainnya.

 

  • Andi Khaerul