Skip to main content

Sembunyikan Aset Hasil Uang Jamaah, Marketing Abu Tours Divonis 14 Tahun Penjara

Sembunyikan Aset Hasil Uang Jamaah, Marketing Abu Tours Divonis 14 Tahun Penjara
Sidak terdakwa kasus penggelapan dan pencucian uang dana calon jamaah umrah Abu Tours di PN Makassar. 

KABAR.NEWS, Makassar - Marketing PT Amanah Bersama Umat atau Abu Tours dan Travel, Chaeruddin, divonis 14 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Makassar, dalam kasus penipuan, penggelapan dan pencucian uang jemaah umrah PT. Abu Tours.


Baca juga: Satgas Anti Mafia Bola Telusuri Aliran Dana di Rekening Joko Driyono

Ketua majelis hakim, Denny Lumban Tobing, dalam amar putusannya mengatakan bahwa Chaeruddin juga ikut terlibat dan dianggap ikut bertanggung jawab dalam penundaan keberangkatan 96.976 calon jamaah. 


Chaeruddin menurut Majelis Hakim, juga sempat menjalankan perintah CEO PT Amanah Bersama Umat, Hamzah Mamba, untuk menyembunyikan beberapa sertifikat aset-aset Abu Tours yang berasal dari uang jamaah. 


"Mengadili terdakwa Chaeruddin M. Latang bersalah dalam tindak pidana penggelapan dan pencucian uang jamaah umrah yang dilakukan secara bersama-sama dan berlanjut," kata Denny saat sidang dalam pembacaan tuntutan di Pengadilan Negeri Makassar, Kamis (21/2/2019).


Sahabat Hamzah Mamba ini dianggap melanggar pasal 372 juncto pasal 55 ayat (1) ke 1 juncto pasal 64 ayat (1) ke 1 KUHP tentang penggelapan. 


Selanjutnya, dia juga dijerat pasal 3 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang Jo. Pasal 55 ayat (1) ke 1 juncto pasal 64 ayat (1) ke 1 KUHP. 


Baca juga: Hakim Vonis Istri Bos Abu Tours Hukuman 19 Tahun Penjara

"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Chaeruddin dengan pidana penjara selama 14 tahun penjara dengan membayar pidana denda sebesar Rp100 juta dengan ketentuan subsider selama 1 tahun" Jelas ketua mjelis hakim Denny Lumban Tobing. 


Dalam persidangan di PN Makassar, status jabatan Chaeruddin di Abu Tours berubah-ubah. Awalnya ia dianggap sebagai komisaris Abu Tours. Namun ia menolak anggapan tersebut. Setelah itu ia dianggap sebagai pemegang saham hingga pada akhirnya ia disebut majelis hakim oleh manajer marketing.


Baca berita lainnya tentang Abu Tours di sini


  • Lodi Aprianto

 

loading...