Skip to main content

Segera Dibangun, Perkantoran Rusak di Papua Dianggarkan Rp100 Miliar

Segera Dibangun, Perkantoran Rusak di Papua Dianggarkan Rp100 Miliar
Kantor KPU Provinsi Papua yang dibakar massa unjuk rasa beberapa waktu yang lalu. (Dok. iNews)

KABAR.NEWS, Jakarta - Perusakan sejumlah kantor instansi pemerintah akibat rusuh unjuk rasa di Jayapura, Papua, membuat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menganggarkan Rp100 miliar untuk biaya renovasi.


Baca juga: Lima Kecelakaan Maut di Tol Cipularang: Tewaskan Istri Artis

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, sebesar Rp 100 miliar ini akan digunakan untuk membangun kembali perkantoran yang rusak dan akan dimulai pada pekan mendatang.


"Jadi kami harap minggu ini semua sudah bersih sehingga pekan depan sudah mulai membangun kembali," kata Basuki Hadimuljono, di Jakarta, Selasa (3/9/2019) dikutip dari Tempo.


Dia menjelaskan, penganggaran renovasi kantor instansi pemerintah yang rusak di Jayapura sebesar Rp100 miliar berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Nasional (APBN) 2019.


"Anggaran Rp100 miliar ini sudah dihitung oleh Balai Cipta Karya Papua dan disesuaikan dengan tingkal kemahalan di Bumi Cenderawasih," ujarnya.


Dia menjelaskan perkantoran yang terdampak paling parah dari aksi unjuk rasa berbuntut rusuh ini adalah Kantor KPU Provinsi Papua dan Kantor Bea Cukai Jayapura.


Baca juga: Perusahaan Spanyol Siapkan Dana Rp 80 Miliar Terangi Kawasan Terpencil di Indonesia

"Kedua perkantoran ini akan menelan anggaran paling banyak karena misalnya untuk KPU, Gubernur Papua meminta untuk dibangun dua lantai sedangkan Bea Cukai strukturnya terdampak parah sehingga harus dirubuhkan dan dibangun ulang," katanya lagi.


Dia menambahkan untuk lamanya pembangunan, bagi perkantoran yang hanya memperbaiki maka hanya membutuhkan satu atau dua bulan, sedangkan yang parah dan harus dibangun ulang membutuhkan waktu sekitar enam bulan.

 

loading...