Skip to main content

Satgas Anti Mafia Bola Telusuri Aliran Dana di Rekening Joko Driyono

PSSI
Plt Ketua PSSI, Joko Driyono


KABAR.NEWS, Jakarta - Satuan Tugas (Satgas) Anti Mafia Bola Polri terus menelusuri fakta-fakta dalam kasus Match Fixing atau pengaturan skor di pesepakbolaan Indonesia. 


Kali ini, Satgas Anti Mafia Bola mendalami aliran uang dalam rekening Pelaksana tugas (Plt) PSSI Joko Driyono. Joko Driyono telah ditetapkan tersangka oleh Satgas Anti Mafia Bola karena merusak barang bukti dugaan pengaturan skor di bekas kantor PT Liga Indonesia dengan peran sebagai aktor intelektual. Dia diperiksa untuk kali kedua di Polda Metro Jaya pada Kamis (21/2/2019). 


Baca Juga:


Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono mengaku pihaknya sudah memeriksa Joko Driyono dan mencecar dengan 32 pertanyaan. 


"Pada pemeriksaan pertama kami belum selesai semua. Sekarang kami lakukan kembali," ujarnya dikutip dari detikcom. 


Argo mengungkapkan pemeriksaan terhadap Joko Driyono terkait perusakan, aliran dana, barang sitaan. 


"Pemeriksaan berkaitan dengan perusakan, aliran dana, dan barang sitaan. Ini semua akan kami kaitkan dengan Bapak JD (Joko Driyono)," ujar dia.


Jokdri sebelumnya disebut melanggar 4 pasal KUHP yang berlaku. Yakni pasal 363 KUHP terkait pencurian dan pemberatan, kemudian pasal 232 KUHP tentang perusakan pemberitahuan dan penyegelan. Ada juga pasal 233 KUHP tentang perusakan barang bukti dan yang terakhir adalah pasal 235 KUHP terkait perintah palsu untuk melakukan tindak pidana yang disebutkan di pasal 232 KUHP dan 233 KUHP.


Tapi, Argo belum bisa berspekulasi soal munculnya pidana lain. Dia bilang tunggu pemeriksaan.


"Apakah muncul pidana lain nanti bisa kami buatkan laporan. Ini masih dalam pemeriksaan," pungkasnya.
 

 

loading...