Skip to main content

RS Grestelina Makassar Vonis Bayi Positif Corona Tanpa Bukti Swab

RS Grestelina Makassar Vonis Bayi Positif Corona Tanpa Bukti Swab
Bayi Ravindra saat menjalani perawatan di RS Paramount Makassar usai divonis positif Covid-19 oleh RS Grestelina Makassar. (IST/HO)

KABAR.NEWS, Makassar - Seorang bayi berusia 3 bulan meninggal dunia setelah divonis positif Covid-19 oleh tenaga kesehatan Rumah Sakit (RS) Grestelina Makassar. Vonis tersebut tanpa disertai bukti surat keterangan (Suket) pemeriksaan Swab PCR.


Vonis positif Covid-19 oleh tim medis RS Grestelina menuai keberatan dari orang tua, sebab hal tersebut dianggap sebagai fitnah karena hingga kini RS swasta tersebut hanya menyampaikan secara lisan bahwa bayi bernama Muh. Ravindra itu terpapar Corona.


Baca juga: Bayi Umur 2 Hari Dikubur Dengan Protap Covid-19 di Gowa


Chaidir (31), bapak dari bayi Ravindra mengatakan, RS Grestelina memeriksa Swab terhadap buah hatinya pada 16 Mei dan hasilnya baru akan keluar pada 18 Mei


"Sampai hari ini pihak Grestelina belum menunjukkan surat keterangan bahwa anak saya positif Corona berdasar hasil swab, masa' disebut positif kalau hanya secara lisan," ujar Chaidir kepada KABAR.NEWS via telpon, Kamis (28/5/2020).


Setelah dari RS Grestelina, pada hari yang sama, bayi Ravindra kemudian dirujuk ke RS Unhas. Sesampainya di Unhas, bayi tersebut menjalani rapid test sebanyak satu kali dengan hasil negatif (non-reaktif).


"Petugas di Unhas sempat mau rawat anak saya tetapi saya menolak dan memilih untuk keluar dengan bukti hasil rapid test yang negatif," tutur warga Panakukkang tersebut.


Rumah Sakit Grestelina di Jalan Letjen Hertasning Makassar. (Google Street View)
Rumah Sakit Grestelina di Jalan Letjen Hertasning Makassar. (Google Street View)

Dari RS Unhas, Ravindra kembali menjalani perawatan di RS Paramount kurang-lebih sepekan. Pada 23 Mei, dokter meminta orang tua agar Ravindra ke RS Grestelina untuk dilakukan CT Scan karena kondisi pasien memburuk. Dan kembali dirawat di RS Paramount.


Baca juga: Belum Terakreditasi, RS Grestelina dan 6 RS di Makassar Terancam Tanpa BPJS


Pada 24 Mei, kaya Chaidir, dari hasil CT Scan RS Grestelina yang disampaikan oleh dokter Paramount tempat dirawat, diketahui putranya tersebut mengalami radang selaput otak.

 

Di hari yang sama, pihak keluarga meminta hasil swab tes di Grestelina tetapi tak kunjung diberikan, justru pihak RS Grestelina langsung menyampaikan secara lisan hasil tersebut ke RS Paramount.


Ketika pihak keluarga kembali ke Paramount, dokter maupun perawat di RS tersebut menyatakan anaknya ini positif Corona berdasarkan penyampain pihak Grestelina lewat sambungan telpon.


"Saya kaget waktu tiba di Paramount, perawat sudah pakai APD dan menangis. Dokter bilang anak saya positif Covid-19 berdasarkan laporan Grestelina ke Paramount lewat telpon itu. Sementara saya sebagai orang tua belum menerima hasil pemeriksaan Swab dari Grestelina," tutur Chaidir.


Dia mempertanyakan, mengapa pemberitahuan bahwa putranya tersebut positif Covid-19 hanya dilakukan via telpon tanpa prosedur administrasi resmi antara pihak RS.


"Dan kalau memang anak saya positif, kenapa pada tanggal 23 Mei saat anak saya melakukan CT Scan di RS Grestelina seperti tidak terjadi apa-apa, padahal hasil swab tesnya keluar tanggal 18 Mei, harusnya kan saat itu juga anak saya langsung di rujuk ke RS yg menangani pasien covid tetapi ini dengan bebasnya anak saya kembali ke RS Paramount," katanya.


Hasil Swab RS Wahidin dan Grestelina Berbeda


Setelah beberapa hari dirawat di Paramount, pada Minggu (25/5/2020) petang, pasien Ravindra kemudian dirujuk ke RS Wahidin Sudirobusodo karena butuh perawatan di ruang isolasi ICU.

 

Kurang-lebih 24 jam mendapat perawatan di RS Wahidin, Ravindra dinyatakan meninggal dunia pada Senin (26/5/2020). Yang menjadi janggal, hasil Swab Nasofaring II dari RS tersebut menunjukkan bayi Ravindra negatif Covid-19


"Kalau anak saya positif Corona menurut pemberitahuan lisan Grestelina, tapi kenapa surat keterangan hasil Swab di Wahidin menunjukkan anak saya negatif?" beber Chaidir.


Menurut Chaidir, pada 26 Mei kemarin, dia kembali menyambangi RS Grestelina untuk meminta Suket hasil Swab jika memang benar anaknya tersebut positif Covid-19. Hanya saja, pihak RS swasta tersebut lagi-lagi tak memberikan.


"Sampai sekarang saya sebagai orang tua keberatan karena belum ada surat keterangan kalau anak saya ini positif hasil Swab. Grestelina beralasan tidak sembarang mengeluarkan surat itu, tapi harus persetujuan dokter. Sementara perawat dan bagian administrasinya juga tidak tahu kapan dokternya praktek untuk ditemui," tandas Chaidir.


Baca juga: 46 Kasus Baru Positif, Corona di Sulsel Belum Melandai


KABAR.NEWS telah berulang kali berupaya melakukan konfirmasi ke pihak RS Grestelina, namun telpon dan pesan WhatsApp yang dikirimkan sejak Kamis kemarin belum dijawab.


Marcom Grestelina, Fitri, yang dihubungi via WhatsApp hanya membaca pesan konfirmasi yang kami kirimkan dan telfon tak diangkat.

 

Layanan call center di rumah sakit tersebut juga tidak bisa memberi jawaban atas pemberitaan ini. "Mohon maaf pak besok saya konfirmasi dulu sama susternya," kata petugas call center tersebut.

 

Flower

 

loading...