Skip to main content

Polrestabes Makassar Tangkap 4 Pengedar, Sabu 1,3 Kilo Gram Sita

Polrestabes Makassar
Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Wahyu Dwi Ariwibowo, menunjukkan barang bukti saat menggelar konfrensi pers terkait penangkapan Bandar sabu seberat 1,3 KG di Mapolrestabes Makassar, Jalan Ahmad Yani Makassar, Rabu (6/11/2019).(KABAR.NEWS / Irvan Abdullah)

KABAR.NEWS, MAKASSAR - Aparat Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Makassar, menangkap 4 orang yang diduga pengedar narkotika. Tak tanggung-tanggung, polisi menyita narkoba jenis sabu-sabu seberat 1,3 Kilo Gram (Kg) yang sudah siap diedarkan. 

 

Pelaku masing-masing berinisial AF (20), AL (20), AC (20) dan AR (19).  Keempatnya ditangkap di salah satu rumah kost di Jalan Kakatua II, Kota Makassar, pada Sabtu (2/11/2019) lalu.

 

Kepala Polrestabes Makassar, Kombes Pol Wahyu Dwi Aribowo, saat ditemui di kantornya, Rabu (6/11/2019), mengungkapkan, para pelaku memperoleh barang haram tersebut dari bandar narkoba yang berada di Medan.

 

"Jadi awalnya kami menangkap AF dan AL yang berperan sebagai kurir. Dari keduanya kami dapat barang bukti sabu sebesat 80 gram. Kemudian dikembangkan, dan ditemukan lagi sabu seberat 1,2 kilo di salah satu kamar kos tidak jauh dari penangkapan awal. Ada tembakau sintetis. Di lokasi kedua kami tangkap dua orang lagi yakni AC (20) dan AR (19)," jelasnya.

 

Kombes Wahyu lebih lanjut mengatakan, sabu senilai Rp1 Miliar lebih itu dikirim melalui perusahaan jasa pengiriman barang, JNT. Pihaknya pun akan medalami perusahaan pengiriman barang tersebut.

 

"Jadi barang ini dikirim lewat JNT, diambil dari luar, itu Medan. Iya, pasti kita akan terus melakukan pengembangan," tegasnya.

 

"Kalau kami bicara narkoba itu seperti gunung es, jadi sebenarnya masih banyak yang ada. Tapi kami akan dalami terus, kasus pengungkapan narkoba jadi prioritas kami, dan itu akan kami terus lakukan, cukup banyak tahanan saya, 60 persen adalah kasus narkoba, jadi memang cukup banyak," bebernya.


Keempat pelaku yang ditangkap tersebut terancam pasal 114 dan 122, dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara sampai dengan hukuman mati.

 

Reza Rivaldy/A

 

loading...