Skip to main content

Polisi Usut Insiden BTS Roboh, XL: Kami Hanya Penyewa Tower

Korban menara BTS roboh

Korban insiden tower BTS yang disewa XL Axiata. Korban merupakan murid SD yang berada di dekat tower telekomunikasi itu.  

 


 

KABAR.NEWS, MAKASSAR - Kapolres Maros, AKBP Yohanes Richard menduga insiden robohnya menara Base Transceiver Station (BTS) milik operator telekomunikasi PT. XL Axiata karena menara sudah tua. 

 

"Kita sudah olah TKP dan sekarang sedang dilakukan pemeriksaan saksi-saksi,"ujar Yohanes saat dikonfirmasi via Whatsapp oleh KABAR.NEWS.

 

Diketahui, menara BTS XL Axiata roboh dan rangkanya menimpa gedung Sekolah Dasar (SD) Bado-Bado Baji Mangngai, Mandai, Kabupaten Maros, yang berada disebelahnya. Akibatnya enam siswa mengalami luka-luka dalam insiden yang terjadi pada Selasa (13/8/2019), sekitar pukul 09:00 Wita.

 

Yohanes mengatakan pihak Polres Maros masih berada di TKP untuk melakukan penyilidikan dan memeriksa saksi-saksi.

 

Semetara pihak XL Axiata mengatakan, bahwa XL Axiata turut prihatin atas kejadian tersebut dan menjelaskan bahwa XL hanya sebagai penyewa dan dari pihak penyedia BTS dalam hal ini pihak ke tiga.

 

"Kami dari Pihak XL prihatin dan simpati kepada para korban yang tertimpa. Semoga segera mendapatkan penanganan yang terbaik, menara tersebut bukan milik XL Axiata, namun milik perusahaan penyewaan menara telekomunikasi." tulisnya melalui resmi yang di diterima KABAR.NEWS, Selasa (13/8/2019).

 

XL Axiata menegaskan bila pihaknya hanya sebagai penyewa menara. Menurutnya semua hal terkait pembangunan dan pemeliharaan, juga kelayakan bangunan bukan merupakan tanggung jawab XL Axiata.

 

Baca juga: Korban Menara BTS XL Roboh Sedang Latihan Paduan Suara, Ini Nama-namanya

 

XL Axiata akan mendukung upaya investigasi oleh pihak yang berwajib untuk mengetahui dengan pasti penyebab robohnya menara dan mendorong upaya pemenuhan hak-hak korban sesuai dengan ketentuan.

 

Penulis: Reza Rifaldi

 

loading...