Skip to main content

Polisi Lamban Tangani Penganiayaan Aktivis Anti-Korupsi di Makassar

Polisi di Makassar Lamban Tangani Penganiayaan Aktivisi Anti Korupsi
Yusri Paneddu (kiri) aktivis Aliansi Peduli Anti Korupsi Republik Indonesia (APAK-RI) dan kuasa pendampingnya, Mastan. 

KABAR.NEWS, Makassar - Penyidik Polsek Biringkanaya, Kota Makassar, terkesan lamban dalam menangani kasus dugaan penganiayaan atau pengeroyokan yang dialami Yusri Paneddu. Dia menduga ada oknum anggota polisi yang terlibat menganiaya dirinya.


Itu diungkapkan Mastan, kuasa pendamping Yusri Paneddu sekaligus rekannya di LSM Aliansi Peduli Anti Korupsi Republik Indonesia (APAK-RI) saat ditemui disalah satu cafe dibilangan kota Makassar beberapa saat lalu. 

 
Baca juga: Yusri, LSM Anti Korupsi Mengaku Dianiaya dan Ditodong Pistol Oknum Polisi

Kepada KABAR.NEWS, Mastan menegaskan, akan mengawal terus laporan pengeroyokan yang menimpa anggotanya tersebut hingga proses pemeriksaan saksi-saksi yang tengah didalami pihak penyidik. 


"Supaya proses pemeriksaan saksi yang sedang berjalan bisa terlaksana sesuai mekanisme dan prosedur sebagaimana diatur dalam KUHP," ," ujarnya, di Makassar, Rabu (21/8/2019). 


"Kami sangat berharap, kasus ini dikawal terus sama Propam sampai dilimpahkan di Kejaksaan kerena kami yakin dan percaya kalau Propam turun tangan untuk memantau proses pemeriksaan yang sedang berlansung"
 

Dia juga menambahkan, bahwa bukti petunjuk yang telah diamankan oleh pihak penyidik, sekiranya dapat memperjelas kejadian yang sebenarnya. 


"CCTV yang sudah diambil penyidik sebagai bukti petunjuk bisa memperjelas kejadian yang sebenarnya dan saksi yang sedang diambil BAP nya bisa memberikan keterangan yang sebenarnya juga," jelasnya.


Jika dalam penyidikan kata Mastan, ada indikasi bahwa saksi memberikan keterangan palsu. Mastan menekankan akan melaporkannya dengan Pasal 242 KUHP ancaman pidana 7 tahun penjara.


"Kalau misalnya tiba-tiba CCTV itu rusak berarti ada orang yang sengaja menghapusnya sebagaimana kemarin ada salah satu tukang ojek  yang sempat mendengar ada orang datang di Pos Securty ingin menghapus isi CCTV tersebut, "tuturnya.


Terlepas dari itu, Ketua Dewan Pusat LSM APAK RI ini berharap agar proses yang tengah berjalan ini dapat terlaksana sesuai mekanisme yang berlaku, sehingga kasus ini dapat terang-benderang.


"Maka kami sangat berharap minggu depan sudah terpenuhi Pasal 170 Ayat (2) angka 1 dan sudah ada Kepastian Hukum tentan Status Para Pelaku," tutupnya.


Baca juga: Rahmat Disebut Korban Salah Pergaulan, Merokok Saja Tidak

Sebelumnya, Yusri Paneddu (41), warga jalan Boulevard, Perumahan Villa Mutiara, Kelurahan Bulurokeng, Kecamatan Biringkanaya ini mengaku menjadi korban pengeroyokan oleh beberapa oknum yang diduga anggota polisi.


Akibatnya, Yusri Paneddu menderita luka lebam dipundaknya. Atas kejadian itu, dirinya pun mengaku telah melaporkan kasus pengeroyokan yang dialaminya ke Polsek Biringkanaya. dengan LP Nomor: 1647/VII/2019/Polrestabes Makassar/Polsek Biringkanaya tertanggal 13 Juli 2019, akan tetapi, kata Yusri sampai saat ini dirinya belum mendapatkan kepastian hukum yang dia laporkan.


  • Penulis: Andi Frandi

 

loading...