Skip to main content

Polisi Lamban Tangani Kasus Dugaan Korupsi Proyek di Dinkes Sinjai

Polisi Lamban Ungkap Kasus Dugaan Korupsi Proyek di Dinkes Sinjai
Kanit Tipikor Polres Sinjai Ipda Bondang Wicaksono saat menerima pengunjuk rasa di halaman Mapolres Sinjai, Kamis (22/8/2019). (IST)

KABAR.NEWS, Sinjai - Penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Sinjai, Sulawesi Selatan, dinilai lamban dalam menyidik kasus dugaan korupsi pengadaan Instalasi Farmasi Kabupaten (IFK) di Dinas Kesehatan (Dinkes).


Penilaian lambannya penanganan kasus itu datang dari Aliansi Masyarakat dan Mahasiswa Sinjai saat menggelar aksi unjuk rasa di depan Polres Sinjai, Kamis (22/8/2019).


Baca juga: Perkosa Anak Majikan, Pelaku Mengaku Pendam Hasrat Selama 7 Tahun

Penanggung jawab aksi unjuk rasa AMP Sinjai, Saiful meminta penyidik Polres Sinjai tidak main - main menangani kasus tersebut dan diproses sesuai prosedur yang berlaku.


"Kami meminta polisi tegas mengusut kasus dugaan korupsi itu. Dan kami minta penanganan tidak main-main," ujar Saiful menyampaikan aspirasinya.


Saiful menjelaskan, kasus dugaan korupsi alat penunjang IFK dianggarkan tahun 2016 dengan anggaran sebesar Rp2 miliar yang bersumber dari APBN dan proyek tersebut dikerjakan oleh CV. Mega Rezki


Selain itu, Saiful juga menyampaikan aspirasi dugaan adanya praktik Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) oleh panitia lelang tender LPSE Sinjai terkait pengerjaan lanjutan pembangunan Gedung Islamic Center Sinjai di Tanassang, Kelurahan Alehanuae, Kecamatan Sinjai Utara.


Dalam tender tersebut, kata Saiful, diduga ada penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang oleh panitia pokja ULP, berdasarkan berita acara gagal lelang, pada Senin 24 Juni tahun 2019 dengan nomor 01/BALG/P3.PBJ/SJI/2019. 


"Dimana dugaan tersebut telah dilaporkan juga di Reskrim Polres Sinjai, kok sampai hari ini belum ada kejelasan, ada apa dengan penegak hukum di Sinjai," kesal Saiful.


Baca juga: Bekas Kepala Dinas Kesehatan Kota Parepare Ditetapkan Tersangka

Dia menyayangkan sampai saat ini kasus tersebut belum tuntas. Padahal, polisi sudah lama melakukan penyelidikan. Pihaknya meminta polisi jangan lamban menangani kasus ini.


Sementara, Kepala Unit (Kanit) Tipikor Polres Sinjai Ipda Bondang Wicaksono mengatakan, penyidik telah memeriksa sejumlah pihak terkait dalam dugaan korupsi pengadaan alat penunjang IFK termasuk Kadinkes Sinjai, dr Andi Suriyanto Asapa. 


"Kami sudah periksa untuk dimintai keterangannya," katanya. "Jangan hawatir semua laporan yang masuk di Reskrim Sinjai kami akan tidak lanjuti, salahsatunya pengadaan alat penunjang IFK Dinas Kesehatan dan laporan dugaan KKN panitia lelang tender LPSE Sinjai," kata Ipda Bondang.


  • Penulis: Syarif/B

 

loading...