Skip to main content

Pemilih Keluar Sulsel Meningkat, KPU: Kita Masih Pemilih Terbesar Indonesia Timur

Pemilu 2019
Rapat Koordinasi Terpadu Pemilu 2019 di Hotel The Rinra Makassar, Senin (25/3/2019).

 

KABAR.NEWS, Makassar - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel Misna M Attas menyebutkan pemilih yang keluar Sulsel sangat banyak dibanding data pemilih masuk, saat menghadiri Rapat Koordinasi Terpadu Pemilu 2019 di Hotel The Rinra Makassar, Senin (25/3/2019).


Meski demikian, daftar pemilih tetap (DPT) tidak menggeser posisi Sulsel dengan partisipasi pemilih terbesar di Indonesia bagian timur. Misna mengatakan pihaknya telah menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 6.159.375 juta jiwa. 


Baca Juga:


Diketahui, pemilih yang keluar dari Sulsel itu sebesar 22.163 jiwa dan yang masuk sebanyak 17.126 jiwa. Namun, kata Misna hal itu bukan kendala. Apalagi melihat, indeks demokrasi di Sulsel mencapai angka 70 persen. 


"Kita terbesar di Indonesia timur. Kita berharap indeks demokrasi kita tidak turun. Kondisinya sudah lebih baik dan mudah mudahan tidak turun pada angka yang lebih rendah lagi saat pelaksanaan pemilu 2019," ucapnya.


Berdasarkan Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), KPU Sulsel diberikan target pencapaian partisipasi pemilih untuk tahun 2019 memberikan hak suaranya di TPS sebesar 77,5 persen. 


"Kami Sudah menganalisis, yang mana bisa diselesaikan oleh KPU dan yang butuh backup dari Pemda di Se-Sulsel," pungkasnya.

 

Sementara itu, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah mengatakan tahun 2019 kali ini tingkat partisipasi pemilih di Sulsel bisa meningkat. Apalagi anggaran yang telah dipakai untuk pelaksanaan pemilu tiap tahunnya sangat besar.


"Setiap tahun kita keluarkan anggaran APBN kita yang tidak kecil. Tentu harus diimbangi dengan hasil yang di peroleh. Oleh karena itu kita harap dengan lebih gencar lagi mengajak masyarakat menggunakan hak suaranya," ujarnya.

  • Andi Khaerul

 

loading...