Skip to main content

Pelaku Pembusuran Tetangga di Makassar Terancam Hukuman Mati

Pelaku Pembusuran Tetangga di Makassar Terancam Hukuman Mati
Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Ibrahim Tompo (kedua kanan depan) saat merilis pelaku pembunuhan di Mapolda Sulsel, Senin (10/2/2020).

KABAR.NEWS, Makassar - Darmawan alias Mawan tega terancam hukuman mati setelah menghabisi nyawa tetangganya yakni Ali Sukri, warga Jalan Pammolongan Timur, Kecamatan Makassar, Kota Makassar. Pelaku membunuh korban dengan cara menembakan 2 anak panah jenis busur.


Baca juga: BREAKING: Penemuan Mayat di Asrama Athirah Boarding School Makassar


Pelaku Mawan yang berusia 36 tahun membunuh tetangganya tersebut lantaran dendam kesumat setelah anak dan istrinya dimaki dan diancam dibunuh oleh korban Ali Sukri.


"Pelaku dendam kepada korban karena korban sebelumnya pernah mengeluarkan kata-kata kotor atau makian kepada istri pelaku," ujar Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Ibrahim Tompo, kepada wartawan di Mapolda Sulsel, Senin (10/2/2020).


Ali Sukri meregang nyawa dengan dua luka tusukan anak panah di bagian perut saat hendak menemani istrinya buang air pada Sabtu (8/2/2020) malam. Sementara istrinya bernama Irma, mengalami luka pada siku sebelah kanan akibat tebasan parang Mawan.


Ibrahim Tompo menjelaskan, ancaman pembunuhan yang dilontarkan Ali kepada Ani Istri Mawang, terjadi ketika pelaku masih mendekam di dalam Lembaga Pemasyarakatan (lapas) Klas 1 Kota Makassar.


Diketahui, pelaku Mawan merupakan bekas narapidana kasus pembunuhan yang divonis selama 8 tahun dan baru bebas pada tahun 2013.


"Jadi setelah pelaku melihat korban duduk-duduk di dekat rumahnya, pelaku kemudian kembali ke rumahnya dan mengingat semua perlakuan korban kepada istri pelaku," beber Mantan Kabid Humas Polda Sultra itu.


Baca juga: Baca juga: Istri Korban Pembusuran di Makassar Sebut Pelaku 2 Orang


Akibat perbuatannya, Mawan terancam Pasal 338 KUHP subsidair Pasal 351 ayat (3) KUHP. "Ancamannya hukuman mati atau hukiman penjara selama-lamanya 15 tahun," tutup Ibrahim.


Penulis: Reza Rivaldy/A

 

loading...