Skip to main content

Organisasinya Dibekukan, Ketua Mapala UMI: Itu Kebijakan Sepihak

umi
Logo Mapala UMI. (Ist)

KABAR.NEWS, Makassar- Pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mapala UMI Makassar menilai pembekuan organisasi kepecintaalaman ini sebagai keputusan sepihak oleh pihak birokrasi kampus.


Ketua Umum Mapala UMI, Bahrum saat dikonfirmasi Kabar.News mengungkapkan bahwa Mapala UMI sangat dirugikan, tanpa mau mendengarkan klarifikasinya sebagai ketua.


"Keputusan sepihak dari pihak kampus, karena itu keluar surat pembekuan tanpa mendengar klarifikasi dulu dari saya, apa lagi kami ini organisasi resmi,"jelasnya. Jumat (15/11/2019)


Dimana diketahui pembekuan UKM Mapala UMI berkaitan dengan kasus penyerangan mahasiswa Fakultas Hukum yang menyebabkan korban meninggal dunia dengan luka tusuk yang mengenai organ vitalnya.


"Iya pembekuan itu terkait kasus beberapa hari lalu, tapi bukan dari kami organisasi Mapala UMI pelakunya,"ungkap Bahrum.


Baca juga: 

3 Mahasiswa FTI UMI Tersangka, Zakir akan Bertanggung Jawab

UMI Bantah Mahasiswa Fakultas Teknik Terlibat Pembunuhan Fredi

Polisi Kejar 8 DPO Termasuk Otak Tewasnya Mahasiswa UMI


Sebelumnya diketuhui pembekuan UKM Mapala dijelaskan Wakil Rektor (WR) III kampus UMI, Prof Laode Husein, melalui tulisan resminya Kamis (14/11/2019) malam.


Menurut Prof Laode, keputusan pembekuan UKM Mapala merupakan hasil Rapat Senat UMI. Keputusan pembekuan UKM Mapala termasuk salah satu dari tiga poin hasil keputusan Rapat Senat UMI.


"Ini adalah hasil rapat dan keputusan. (Pembekuan) ini tidak ditentukan batas waktunya sampai kapan," ungkap Prof Laode.


*Reza Rivaldy/Cp/A

 

Flower

 

loading...