Skip to main content

Nurdin Abdullah Ingatkan Pj Wali Kota Makassar Harus Jalan Pakai "Weser"

Nurdin Abdullah Ingatkan Kandidat Pj Wali Kota Makassar Jalan Pakai "Weser"
Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah saat diwawancara awak media beberapa waktu yang lalu. 

KABAR.NEWS, Makassar - Gubernur Provinsi Sulsel, Nurdin Abdullah, menegaskan pejabat eselon II Pemprov Sulsel yang nantinya menjadi Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar bisa dicopot, meski belum mencapai masa jabatan 20 bulan.


Baca juga: Prabowo Menang di Sulsel, Nurdin Abdullah: Saya Tidak Mau Komentar, Jokowi Sudah Menang

Alasan pencopotan itu, ketika Pj Wali Kota Makassar tidak mampu bersinergi dan bekerja sesuai harapan Gubernur. Itu di perkuat dengan adanya Peraturan Gubernur (Pergub) yang mengatur jabatan seorang Pj Wali Kota atau pun Bupati.


Meski demikian, untuk penetapan satu nama dari tiga nama yang diusulkan, Nurdin menyerahkan sepenuhnya ke Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri). Sehingga siapa pun yang ditetapkan akan dilantik.


"Dan ada satu hal lagi, ada Pergub yang mengatur ini jadi tidak mutlak Pj itu sampai selesai (20 bulan). Kalau dia bikin gaduh, dia jalan tanpa weser," ucapnya saat ditemui ditemui di Hotel Four Point Makassar, Jalan Andi Djemma, Kamis (25/4/2019).


Baca juga: Kakak Wagub dan Eks Kepala BKD Bantaeng “Mendadak” Dilantik Jadi Pejabat Eselon II Pemprov Sulsel

Menurutnya, jabatan seorang Pj Wali Kota melekat nama gubernur dan wakil gubernur. Olehnya itu, semua kebijakan harus dikonsultasikan kepada Gubernur.


"Pj Wali kota harus senantiasa konsultasi ke Gubernur. Nanti pelantikannya di Balai Kota saja, supaya semua hadir dan kita jelaskan peran Pj Wali Kota itu apa," tuturnya.

 

Diktehaui ada tiga kandidat Pj Wali Kota Makassar, mereka antara lain Kepala Dinas Perikanan Sulkaf Latief, Pelaksana Tugas (Plt) Bapenda Denny Irawan dan Kepala Balitbangda, Iqbal Suhaeb.


  • Andi Khaerul