Skip to main content

Mengenal Jamaluddin Jafar: Manusia Rp8 Triliun versi LHKPN KPK

KABAR.NEWS/Arya
Gaya kandidat Bakal Calon Bupati Kabupaten Pinrang, Jamaluddin Jafar Jerre. (KABAR.NEWS/Arya)

KABAR.NEWS, Makassar - Namanya seketika viral di media sosial, sebab laporan harta kekayaannya senilai Rp 8 triliun di situs KPK, menjadikannya sebagai kandidat calon kepala daerah terkaya di Pilkada 2018. Ia adalah kandidat Bakal Calon Bupati Kabupaten Pinrang, Jamaluddin Jafar Jerre.

BACA JUGA : LHKPN Kandidat Pilkada Sulsel 2018: Jamaluddin Terkaya, Wabup Sidrap Termiskin

BACA JUGA : Video: Jamaluddin Jafar Jerre Ungkap Asal Muasal Hartanya

Tak banyak yang tahu tentang sosok yang tampak sederhana itu. Menjadi sebagai Anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Papua sejak tahun 2010 hingga saat ini, Ia memilih pulang kampung mengabdi untuk Kabupaten Pinrang, daerah yqng berjarak kurang - lebih 185 km dari Kota Makassar.

BACA JUGA : Blak-blakan Jamaluddin Soal Harta Kekayaan Rp8 Triliun

BACA JUGA : Nurdin Abdullah Tuding Petinggi Dinkes Sulsel Penyebar Kampanye Hitam

Juga tak banyak yang tahu, jika pria  kelahiran Pinrang 24 April 1955 ini telah merantau di pulau Cendrawasih Papua selama 47 tahun. Pernah menjadi petinggi organisasi Real Estate Indonesia (REI), Triple J, akronim Jamaluddin Jafar Jerre mengungungkapkan alasannya maju bertarung di Pilkada Kabupaten Pinrang.

“Kenapa saya ke pinrang ? karena saya sudah tua, saya lama di kampung orang kenapa saya tidak berbuat untuk kampung saya sendiri. Saya pulang karena saya tidak mencari sesuatu lagi,” ujar Triple J, usai mengikuti pemeriksaan kesehatan di Private Care Centre RS Wahidin Sudirohusodo Kota Makassar, Sabtu (13/1/2018).

Ia bercerita, diusia ke - 63 tahun, dirinya ingin mengangkat derajat perekonomian kabupaten pinrang dan menjadikan daerah tersebut sebagai daerah yang perekonomiannya teratas di Provinsi Sulsel. Bagi Jamaluddin, Pinrang punya potensi pertanian di samping potensi ekonomi yang dapat diberdayakan.

Meski dianggap sebagai kandidat Kuda Hitam di Pilkada Pinrang, namun Ia tak mempersoalkan hal tersebut. “Saya hanya berusaha. Saya tidak pernah sesumbar. Biar orang bilang saya kuda hitam nda apa - apa. Nanti jadi kuda putihkan ?,” kelakar Mantan Ketua HIPMI Papua ini.

Anggota DPR RI yang meraih 91.179 suara dari  Dapil Papua ini, mengatakan bersedia mundur sebagai Legislator Komisi IV DPR RI karena untuk maju di Pilkada Pinrang, menurutnya bukan masalah. Dia berpendapat, bahwa hanya ingin berbuat untuk kampung halaman, kabupaten pinrang.

“Gaji kita buang tidak apa - apa demi untuk pinrang. Kalau saya sudah mengatakan saya ingin berbuat kebaikan untuk pinrang tapi masyarakat pinrang bilang tidak, kita sami’na watana saja. Tidak ada masalah,” tutur Triple J.

“Sepuluh tahun terakhir saya di DPR dan orang papua yang memilih saya bukan orang makassar. Saya mencari di sana, saya membuang di sini. Sehat kan ?,” tanya kandidat yang diusung oleh Partai Gerindra, PAN dan PKS ini.

Berbeda dengan Calon Kepala Daerah dari daerah lain, saat datang mengikuti pemeriksaan kesehatan di PCC RSUP Wahidin, Tripje J hanya dikawal oleh satu orang tanpa forider polisi dan massa pendukung. Mengenai hal tersebut, Triple J tak mempersoalkan.

“Kita tidak perlu banyak pengantar, kita kan mandiri ? Ngapain banyak. ini hanya karena memegang administrasi saja dia ke sini,” katanya sembari menunjuk seseorang yang memegang tas berisi berkas.

Ia juga bercerita tentang pengalamannya yang tak ingin dikawal oleh kepolisian saat datang dari Papua dan ingin ke Pinrang. “Kalau saya datang ke sini, biasa di kirimkan forider dari polda, tapi saya bilang ini kampung saya di papua saja saya tidak pernah dikawal apalagi di kampung saya kan ?,” kelakar pasangan Sofyan Nawir di Pilkada Pinrang ini.

Meski sebagai politisi berlatar pengusaha, namun saat mengikuti pemeriksaan kesehatan Triple J tampak hanya mengenakan pakaian batik dengan balutan jaket dan celana kain biasa. “Saya tidak ingin bergaya, biar saya bergaya sudah tua yah, kalau kalian bergaya itu hebat,” tandasnya.

Ingin menjadi berguna bagi orang lain, adalah satu prinsip dan tips hidup Triple J, sehingga dapat sukses di karik politik dan pernah memiliki sejumlah perusahaan di berbagai pulau di Indonesia.

“Hidup ini kita bagaimana berguna bagi orang lain. Saya hanya ingin bagaimana bisa bermanfaat bagi orang lain, kalau kita berpikir dan bertindak bagaimana bermanfaat bagi orang lain, pasti kita akan dapat,” kata Triple J.

Adapun terkait tentang Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) miliknya di situs Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebesar 8.358.947.929.645 ia mengakui bahwa nilai tersebut tidak benar.

“Saya sudah marah - marahi staf saya, saya bilang kamu membuat saya trending topik. Tidak lama perumahan saya di satroni gara - gara itu, padahal isinya melompong,” tutup Triple J, perlahan meninggalkan awak media dan menuju ke arah mobil berwarna putih bermerek Mercedes Benz tipe SUV yang Ia kendarai dan meninggalkan PCC RSUP Wahidin Sudirohusodo, saat adzan magrib berkumandang.

Arya Wicaksana