Skip to main content

Lagi! Sidang Kasus Kematian Resky Ditunda, PN dan Jaksa "Main" ?

RUANG SIDANG
Ilustrasi ruang sidang. (INT)

 

KABAR.NEWS, Makassar - Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Makassar lagi-lagi menunda sidang pembacaan tuntutan terhadap terdakwa, dalam kasus dugaan pembunuhan Rezky Evienia Syamsul alias Ekki (22) Mahasiswi Kedokteran Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar.

 

Padahal, jadwal sidang pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) digelar hari ini, Senin (16/4/2018). Namun dengan berbagai alasan sehingga sidang batal digelar. Hal ini menuai spekulasi dari berbagai kalangan bahwa kasus perkara Rezky dimainkan.

 

Syamsul, pengacara korban mengatakan, sidangnya ditunda lantaran jumlah majelis hakim tidak lengkap, dan ini disampaikan oleh hakim. Sementara, kerabat korban terpaksa pulang dengan kecewa usai mendengar bahwa, sidangnya kembali ditunda yang ke enam kalinya.

 

"Pekan lalu ditunda karena tuntutan belum siap, sekarang majelis hakim tidak lengkap jadi ditunda. Menurut saya, ada kesan permainan di internal Pengadilan Negeri dan Jaksa dalam menangani kasus ini. Keluarga korban tentu sangat kecewa," ujar Syamsul kepada KABAR.NEWS.

 

Hal senada juga diungkapkan Handika Desta Putra, rekan korban yang mewakili Aliansi Mahasiswa Mamuju, yang terus mengawal kasus ini. Dia juga menduga kalau penanganan kasus Resky dimainkan. "Sebelumnya jaksa yang berhalangan, nah ini ada jaksanya tapi hakim lagi yang tidak lengkap. Ini kayak ada permainan, disetting," katanya.

 

Diketahui, Rezky tewas saat mengikuti kegiatan pengkaderan Tim Bantuan Medis (TBM) 110-FK UMI di Tombolo Pao, Kabupaten Gowa pada pertengahan tahun 2016 silam. Ia tewas secara tragis dan mengenaskan usai dianiaya oleh rekannya di Fakultas Kedokteran UMI. Di mana, korban mengalami beberapa luka hingga pendarahan di bagian kepala.

 

Ekky menghembuskan nafas terakhir di RSUP Wahidin Sudirohusodo Makassar, saat sebelumnya sempat dirawat di RS Faisal usai mengalami masa kritis di TKP. Dalam kasus ini, Polda Sulsel telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka yakni inisial HJ (21), SF (19) dan WR (21). Mereka adalah rekan Rezky di Fakultas Kedokteran UMI.

 

  • Andi Frandi