Skip to main content

KPK Umumkan Tersangka Baru Kasus e-KTP, Pihak Swasta dan Birokrat Masuk Dalam Daftar

KPK Umumkan Tersangka Baru Kasus e-KTP, Pihak Swasta dan Birokrat Masuk Dalam Daftar
Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah. (Int)

KABAR.NEWS, Jakarta - Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah menyatakan akan mengumumkan tersangka baru dalam kasus korupsi Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) pada sore ini, Selasa (13/8/2019) pukul 17.00 WIB.

 

"Iya (KPK umumkan tersangka baru kasus e-KTP sore ini)," katanya.

 

Diketahui, tersangka yang akan diumumkan tersebut berjumlah empat orang yang berasal dari unsur birokrat hingga pihak swasta.

 

"Kalau enggak salah terakhir itu, kalau enggak salah malah ada empat ya," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata.

 

Mengenai sosok jelas tersangka kasus megaproyek tersebut, Alex masih enggan menjawab. "Tapi, itu proses masih terus berjalan. Saatnya nanti pasti akan kita umumkan," ujar Alex.

 

Alex menyebutkan para tersangka baru itu bakal dikenakan pasal Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

 

"Pastilah. Dakwaan yang sebelumnya kan pasal 55-nya ada kan, bersama-sama enggak mungkin kalau yang sebelumnya kena pasal 2 atau pasal 3," kata Alex.

 

Sejauh ini, KPK telah menetapkan delapan orang sebagai tersangka dalam kasus korupsi e-KTP. Mereka di antaranya mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Irman, mantan Direktur Pengelolaan Informasi dan Administrasi Ditjen Dukcapil, Sugiharto.

 

Selain itu, ada eks Bos PT Quadra Solution, Anang Sugiana Sudihardjo, mantan Ketua DPR, Setya Novanto, Mantan Direktur PT Murakabi Sejahtera, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo, Made Oka Masagung, dan politikus Partai Golkar Markus Nari.