Skip to main content

Jokowi Minta Penyaluran Dana KUR Prioritaskan Sektor Produktif

Jokowi Minta Penyaluran Dana KUR Prioritaskan Sektor Produktif
Rapat terbatas tentang dana KUR dan UMKM di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (9/12/2019). (Foto: Humas Setkab)

KABAR.NEWS, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta penerima Kredit Usaha Rakyat (KUR) harus tetap sasaran dan menyentuh sektor Usaha Kecil dan Usaha Menengah (UMKM) yang lebih produktif.


Menurut Jokowi, pemerintah akan meningkatkan anggaran KUR menjadi Rp190 triliun dengan suku bunga yang juga diturunkan dari 7 persen diturunkan menjadi 6 persen. Dengan angka itu, Presiden berharap dana KUR berdampak signifikan terhadap ekonomi rakyat.


Baca juga: Mudahkan Pembayaran Pajak, Bapenda-Bank Sulselbar Gandeng Alfa Group

 

Dia mengingatkan, jangan sampai dana KUR tidak berdampak signifikan pada ekonomi, karena penyalurannya tidak tepat sasaran, tidak masuk pada sektor-sektor produktif, karena laporan yang diterimanya, penyaluran KUR lebih banyak  ke sektor perdagangan


"Ini yang harus kita geser, harus kita masukkan ke sektor-sektor produktif, terutama usaha mikro yang bergerak di sektor pertanian, dan untuk sektor pertanian saya lihat juga baru termanfaatkan 30 persen dari plafon yang ada," ujar Jokowi, di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (9/12/2019).


Begitu juga dengan industri pengolahan mikro, kecil dan menengah, menurut Presiden, juga baru termanfaatkan 40 persen. Sektor perikanan dan pariwisata juga serapannya juga masih rendah.


“Saya kira inilah yang harus kita carikan titik sumbatnya ada di mana, sehingga kita harapkan penyaluran KUR betul-betul bisa tepat sasaran dan bisa dinikmati oleh usaha-usaha UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah),” tutur Presiden.


Selain itu, Jokowi mengaku telah mendapatkan laporan adanya perbankan yang yang masih meminta syarat jaminan atau kolateral bagi penerima KUR, karena khawatir pinjaman macet.


“Yang ini perlu saya koreksi, karena kita memerlukan pendampingan-pendampingan bagi UMKM, dan kita harapkan dengan pendampingan itu,mereka bisa naik kelas ke kelas yang lebih atas,” kata Presiden Jokowi.


Baca juga: Minta Perbankan Bantu Ekonomi Pedesaan, Gubernur Singgung Rentenir

Presiden juga mengaku menerima laporan bahwa masih ada praktek bank pelaksana KUR yang hanya memindahkan dari kredit komersial ke kredit usaha rakyat atau KUR.


"Praktek-praktek seperti ini yang tidak boleh terjadi sehingga KUR betul-betul disalurkan ke sektor-sektor produktif sehingga membuat UMKM kita bisa betul-betul naik kelas," tandas Presiden Jokowi pada Rapat Terbatas (Ratas)  tentang Pelaksanaan Program Kredit Usaha Rakyat Tahun 2020.


Sumber: Setkab

 

Flower

 

loading...