Skip to main content

Jaring Calon Pegawai Berkualitas, PLN Gandeng 17 Perguruan Tinggi

Direktur Human Capital Management PLN Muhamad Ali.(KABAR.NEWS)


KABAR.NEWS, Makassar - PT PLN (Persero) kembali menggandeng 17 Perguruan Tinggi (PT) di seluruh Indonesia untuk program magang Diploma III Kerja Sama (D3K).  PLN melakukan penandatanganan Amandemen Perjanjian Kerja Sama Diploma III (D3) dengan 17 PT dan perjanjian kerja sama magang bersertifikat kompetensi bidang ketenagalistrikan dengan 7 Perguruan Tinggi di Makassar, Sulsel

 

Kepala Divisi Pengembangan Talenta PT PLN (Persero), Karyawan Aji mengungkapkan sejak tahun 2013, program ini telah diikuti 1.673 orang mahasiswa diantaranya 159 orang telah lulus dan diangkat pegawai. 


"186 orang telah lulus dan sedang mengikuti Diklat Prajabatan serta 1.328 sedang menjalani kuliah tingkat I, II dan III," ungkapnya. 

 

Untuk Program D3 kerja sama, kata dia, PLN bermitra dengan 17 PT yang tersebar diseluruh Indonesia, yakni Sekolah Tinggi Teknik (STT) PLN, Sekolah Vokasi Universitas Gajah mada, Universitas Diponegoro, Universitas Cendrawasih, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, Politeknik Negeri Bali, Politeknik Negeri Jakarta, Politeknik Negeri Pontianak, Politeknik Negeri Padang, Politeknik Negeri Ujung Pandang, Politeknik Negeri Banjarmasin, Politeknik Negeri Manado, Politeknik Negeri Malang, Politeknik Negeri Semarang, Politeknik Negeri Medan, Politeknik Negeri Ambon dan Politeknik Negeri Sriwijaya.


Sedangkan pelaksanaan Program Magang Bersertifikat akan dimulai dengan sosialisasi kepada calon peserta program. Untuk tahap awal ditetapkan untuk keahlian bidang distribusi, dengan target 150 (seratus lima puluh) mahasiswa Fakultas Teknik Elektro dari 7 perguruan tinggi yakni, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Institut Pertanian Bogor, Universitas Diponegoro, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Sepuluh November, Universitas Udayana.

 

" Dengan adanya program ini, PLN turut andil dalam melaksanakan Tri Dharma Pendidikan. Selain itu, mendukung optimalisasi antara industri dengan pendidikan. PLN selalu berharap putra-putri terbaik yang ada di Peguruan Tinggi bisa bekerja sesuai dengan kompetensinya," sebutnya.


General Manager (GM) Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) PT PLN, Wisnu Setiono mengatakan nantinya bagi mahasiswa yang mengikuti program magang selama 6 bulan sebelum nantinya akan terlebih dahulu mengikuti uji kompetensi sebelum direkrut oleh PLN. 


"Untuk tahun 2018, PLN membutihkan 3 proyeksi keahlian. Magang bersertifikat kompetensi bidang ketenagalistrikan merupakan implementasi BUMN Hadir untuk Negeri," sebutnya. 


Nantinya, para peserta magang akan mendapat bimbingan langsung para ahli untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI)/Standar Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan (SKTTK) yang berlaku.


Direktur Human Capital Management PLN Muhamad Ali mengatakan PLN akan mencari tenaga kerja yang lebih spesifik dan siap pakai dengan bekal sertifikasi kompetensi.


"Kebutuhan PLN akan tenaga kerja siap pakai semakin banyak. Sampai tahun 2022, PLN memerlukan tambahan 16.000 pegawai. Ke depan kerja sama ini semakin baik dengan upaya-upaya perbaikan proses maupun konten dari pengajaran yang lebih cepat, siap pakai dan berkualitas," ungkap Muhamad Ali.


Lebih lanjut Muhamad Ali menjelaskan bahwa Program D3 Kerjasama PLN yang dibuka secara khusus oleh Perguruan Tinggi dimana mahasiswa D3 Kerjasama yang telah lulus seluruh tahapan seleksi akan mulai kuliah dari semester awal. 


“Mahasiswa yang telah lulus akan diangkat sebagai pegawai PLN jika memenuhi seluruh persyaratan yang ditentukan dalam kontrak. Selama pendidikan, mahasiswa diberi kesempatan untuk melaksanakan praktikum dan magang di unit PLN,” jelas Muhamad Ali.

  • Ulfa

 

loading...