Skip to main content

Iuran Kelas III BPJS Naik, Kadinkes: Dana PBI Bukan untuk Orang Mampu

Kadis Kesehatan Sulsel
Kadis Kesehatan Sulsel Bachtiar Baso kritik BPJS Kesehatan yang terlalu bergantung dari dana PBI, Sabtu (14/9/2019)

KABAR.NEWS, Makassar - Pemerintah Provinsi Sulsel melalui Kepala Dinas Kesahatan, Bachtiar Baso mengkritik Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. BPJS selama ini dianggap bergantung pada dana Penerima Bantuan Iuran (PBI) bersumber dari APBD Provinsi.

 

Namun tak mampu berbuat banyak dengan mendorong masyarakat untuk menggunakan kepesertaan mandiri. Alhasil, BPJS justru berpikir sederhana dengan menaikkan iuran untuk semua kelas termasuk kelas III yang dibiayai penuh pemerintah.

 

"Terus terang BPJS sekarang bergantung pada PBI yang kami biayai. Bahkan iuran untuk kelas III yang ikut kami tanggung juga ingin dinaikkan Rp 46 ribu, itukan memberatkan APBD," ungkapnya, Sabtu (14/9/2019).

 

Baca juga : Pemerintah Bakal Naikkan Iuran BPJS Kesehatan, Segini Besarannya

 

Menurutnya jika dikalkulasi iuran kelas III saat ini yakni Rp 23 ribu sudah membebani APBD, sebab jika ditotal jumlah keseluruhan Rp 191 Miliar.

 

"Bayangkan saja, kalau dikalkulasi itu totalnya Rp 191 Miliar nah bagaimana kalau naik dua kali lipat," keluhnya.

 

Menurut Bachriar, jika sistem BPJS terus menerus seperti ini dan tetap saja mengandalkan PBI, tentu hal tersebut sudah tidak tepat. 

 

"Ini malah orang miskin yang mensubsidi orang mampu, padahal kalau sosialisasinya dikencangkan penerimaan dari peserta mandiri bisa optimal," pungkasnya. 

 

(Chaidir/CP/B)

 

 

 

loading...