Skip to main content

Ilmuwan Ini Mengundang Kontroversi, Ciptakan Mesin Bunuh Diri

sarcooo
Ilmuwan menjelaskan melalui 'realitas virtual' bagaimana Sarco bekerja (Dok: Jasper Juinen/AFP/Getty Images)

KABAR.NEWS - Sebuah mesin bunuh diri yang memungkinkan penggunanya bunuh diri dengan hanya menekan sebuah tombol dipamerkan di sebuah pameran di Amsterdam, pada Sabtu, (14/14/2018).


Mesin cetak itu bernama 'Sarco' singkatan dari sarkofagus, berbentuk 3D yang diciptakan oleh pria asal Australia Philip Nitschke dan perancang asal Belanda Alexander Bannink dilengkapi dengan peti mati yang dapat dilepas, dan dipasang di atas kursi yang berisi tabung nitrogen.

 

“Orang yang ingin mengakhiri hidup mereka hanya menekan sebuah tombol dan peti yang terisi dengan gas nitrogen. Pengguna akan merasa sedikit pusing pada awalnya kemudian kehilangan kesadaran dan meninggal,” kata Nitschke. Sarco adalah alat "untuk menyediakan orang-orang dengan kematian ketika mereka bosan hidup," kata Nitschke kepada The Guardian.

 

Para pencipta “Sarco” memasang model perangkat yang dipamerkan, bersamaan dengan kacamata virtual reality untuk memberi pengunjung pengalaman nyata bagaimana rasanya duduk di dalam peti, sebelum akhirnya menekan tombol.

 

Nitschke menyampaikan bahwa dia berinisiatif membangun mesin 3D yang dapat berfungsi penuh sebelum akhir tahun. Setelah itu, desainnya akan di bagikan secara online sebagai dokumen bagi orang-orang untuk mengunduh. 

 

"Itu berarti siapa saja yang ingin menggunakan “Sarco” dapat mengunduh dan mencetak 3D perangkat mereka sendiri," kata Nitschke.

 

Ditanya tentang kontroversi seputar hal bunuh diri dan rintangan menyangkut hukum, Nitschke mengatakan: “Di banyak negara, bunuh diri tidak melanggar hukum, namun membantu seseorang melakukan bunuh diri itu melanggar hukum. Ini adalah situasi di mana satu orang memilih untuk menekan tombol baginya... daripada berdiri di depan kereta untuk bunuh diri, misalnya.

 

“Saya percaya itu adalah hak asasi manusia yang mendasar [untuk memilih kapan harus mati]. Ini bukan hanya hak medis untuk orang yang sedang sakit kritis. Jika Anda memiliki karunia hidup yang berharga, Anda harus dapat memberikan hadiah itu pada saat yang dapat anda tentukan sendiri,” kata Nitschke.

 

Ribuan pengunjung berbondong-bondong mengunjungi acara pameran pemakaman tahunan tersebut di Westerkerk Amsterdam yang juga terkenal di kota itu, tempat dimana semua tren terbaru mengenai kematian dipertunjukkan, seperti peti mati biodegradable dan mobil jenazah pemakaman hot-rod dipajang.

 

Tetapi “Sarco” menarik perhatian banyak orang, tidak sedikit juga yang ingin mencoba kursi perangkat dan kacamata realitas virtual tersebut. 

 

Salah satunya Verstraaten, dari kota Venray di Belanda timur, mengatakan: “Itu benar-benar pengalaman dan hal yang aneh untuk dilihat. Namun sangat indah dan menenangkan. Anda dapat melihat bulan, dan lautan. Sangat menenangkan sekali.”


Akan tetapi tidak semua pengunjung lainnya merasa terkesan, misalnya Rob Bruntink, ia berkata: “Yah, saya pikir itu sangat konyol. Bodoh sekali. Saya tidak mengerti. Saya tidak tertarik dengan 'Sarco'. Tidak."

 
  • Miron