Skip to main content

IAS Ingin Paketkan Ical-Appi, Begini Respon Keduanya

df
Postingan milik Ilham Arif Sirajuddin di Instagram. (Ist)

KABAR.NEWS, Makassar - Bakal Calon (Balon) Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin melalui juru bicaranya yakni Muhammad Fadli Noor angkat bicara soal postingan Ilham Arief Sirajuddin (IAS) yang terkesan mengusung pasangan Appi menjadi wakil atau pendamping dari Syamsu Rizal (Deng Ical).


Fadli mengatakan tidak menduga IAS memposting hal tersebut yang dinilai sedikit aneh. Pasalnya, sejauh ini Appi sama sekali tidak berpikir untuk menjadi wakil Ical di Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Makassar 2020. Ia curiga akun IAS diretas. 


"Kami duga akun instagram Pak IAS kemungkinan diretas oleh orang yang sangat berambisi mendompleng tingginya elektoral Appi saat ini. Jika benar postingan tersebut dilakukan oleh IAS, kami sangat menyayangkan tokoh sekaliber beliau tidak mengedepankan fatsoen politik dan nilai budaya sipakatau untuk menjadi teladan bagi para politisi muda," ujarnya.


Untuk persoalan ini, Fadli menuturkan ikhlas memaafkan pencantuman nama Appi tanpa ijin dalam postingan tersebut. Apalagi hingga sekarang pihak Appi tidak pernah ada komunikasi politik untuk mempaketkan Appi dan Ical.


"Jangankan menjadikan Appi sebagai wakil walikota, komunikasi untuk menjadikan Ical sebagai wakil dari Appi pun belum pernah dilakukan. Hingga saat ini Appi telah melakukan segenap tahapan penjaringan pada berbagai parpol hanya untuk menjadi calon walikota, bukan untuk menjadi wakil walikota bagi kandidat manapun," jelasnya.


 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh DR.Ir.H.IlhamAriefSirajuddinMM (@acho145) pada



Fadli menjelaskan beberapa parpol telah mencapai tahap finalisasi untuk terbitnya rekomendasi paket saat Appi telah menetapkan calon wakil walikotanya.


"Untuk mendorong pertumbuhan elektabilitas, hingga Februari 2020 Appi telah melakukan serangkaian pertemuan dengan 3.000 tokoh masyarakat, 5.600 ketua RT/RW dan lebih dari 600 pengurus LPM/BKM se Kota Makassar. Semua yang dilakukan tersebut sebagai upaya awal menjadi calon walikota, bukan calon wakil walikota," tutup Fadli. 


Terpisah, Deng Ical dalam menanggapi itu nampak enjoy-enjoy saja. Kata dia isu paket seperti itu adalah hal yang biasa dan tidak perlu untuk dibesar-besarkan. 


"Maksudnya kan semua ada maunya dan keinginannya orang-orang, jadi kalau orang berinisiatif ya tidak boleh dilarang tawwa," singkat Ical kepada KABAR.NEWS, Kamis (27/2/2020).


Penulis: Andi Frandi/B 

 

Flower

 

loading...