Skip to main content

Hari Pertama Pelaksanaan UNBK di Sulsel Berjalan Aman

Kepala Disdik Sulsel Irman Yasin Limpo saat memantau pelakasanaan UNBK tingkat SMK.

KABAR.NEWS, Makassar - Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 8 Makassar Asnah Baharuddin mengaku khawatir jika pada pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), siswanya masih percaya bisikan kunci jawaban.


Asnah menjelaskan, kondisi saat ini sangat rentan bagi para peserta UNBK dengan bisikan seperti itu, sehingga dirinya meminta mereka ikut terjebak mengikuti. Namun sejauh ini usai hari pertama belum ada ditemukan.


Baca Juga:


"Ini hari pertama dan ada tiga sesi, segala persiapan sudah kita antisipasi, pada pelaksanaannya memang ada siswa terlihat tegang, tapi yang kita khawatirkan sebenarnya ada yang coba pake kunci jawaban menjawab soal ujian," ucapnya saat ditemui di SMKN 8 Makassar.


Selian itu, mengenai fasilitas Komputer Asnah mengaku masih belum cukup jika melihat jumlah siswa yang ada, namun pihaknya menyebut telah mencukupi dengan banyaknya siswa memiliki laptop sendiri.


"Sampai hari ini semua nya masuk, ada ujian susulan tapi harus dengan surat sakit dari dokter," pungkasnya.


Terpisah Kepala SMKN 5 Makassar Ilyas mengatakan, pelaksanaan UNBK dihari pertama berjalan dengan lancar tanpa gangguan. Baik jaringan internet maupun listrik tidak terjadi masalah. Sebab jauh sebelum UNBK digelar pemerintah provinsi bersama PT Telkom dan PLN melakukan koordinasi dan kerjasama untuk kelancaran kegiatan ujian.


" Semua siswa atau peserta ujian semua hadir. Jaringan listrik dan internet juga lancar karena sudah adanya persiapan yang matang dilakukan khususnya itu dari kami pihak sekolah," sebut Ilyas, Senin (25/3/2019).


Kata Ilyas, pelaksanaan UNBK dimulai sejak pukul 07:30 WITA dengan mata ujian Bahasa Indonesia sesi pertama. Semua siswa dengan tenang mengerjakan soal-soal ujian di komputer tanpa ada hambatan seperti konektivitas ke server utama. Mata pelajaran juga telah dipelajari oleh siswa dengan palatihan yang diberikan pihak sekolah.


"Antisipasi gangguan pasti tetap kita lakukan dengan menyediakan laptop cadangan di masing-masing ruang kelas. Sehingga ketika ada komputer yang bermasalah, maka panitia dengan cepat mengganti perangkat. Tapi kami harapkan UNBK tahun ini tidak ada masalah atau gangguan," ucapnya.


Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel Irman Yasin Limpo mengatakan UNBK kali ini dibagi persesi setiap harinya, ada yang dua hingga tiga sesi tergantung masing-masing sekolah.


"Tahun ini perbedaaannya daerah remote area yang ada SMK-nya sekarang  sudah mandiri. Ada beberapa daerah SMK dulu menumpang di sekolah lain karena tidak ada jaringan. Sekarang sudah ada," ucapnya.

  • Andi Khaerul