Skip to main content

Harga Visa Progresif Naik, Patria Wisata Tak Ingin Bebani Jemaahnya

Patra Wisata
Direktur Patria Wisata Umrah dan Haji, Faizal Ibrahim saat menggelar Sosialisasi Siskopatuh serta evaluasi Umrah & Haji Khusus di Hotel Claro. (KABARNEWS/CHAIDIR)

KABAR.NEWS, Makassar - Di tengah kisruh kenaikan visa progresif dan keluarnya kebijakan Siskopatuh dari Kementerian Agama, pengusaha travel haji dan umroh Saudi Patria Wisata tetap akan memberangkatkan 1.000 jamaahnya yang sejak Desember 2018 telah masuk daftar pemberangkatan.

 

Hal tersebut diungkap Direktur Saudi Pariawisata, Faizal Ibrahim saat ditemui dalam gelaran acara Sosialisasi Siskopatuh serta evaluasi Umrah & Haji Khusus di Hotel Claro, Minggu (15/9).

 

"Sebenarnya soal program kami sendiri harusnya akan menaikkan kualitas pelayanan kami dengan fasilitas hotel bintang 4, tapi karena ada kenaikan harga visa, kita sekarang tetap gunakan fasilitas hotel bintang 3," bebernya.


Baca juga: NA Irit Bicara Tanggapi Surat KASN Soal Pencopotan 3 Pejabatnya


Kendati demikian, Faizal mengaku peningkatan fasilitas pelayanan Patria Wisata ini tak bisa direalisasikan lantaran adanya kenaikan biaya visa progresif senilai 300 Riyal atau Rp 1,2 juta ditambah administrasi dan asuransi sehingga total semuanya menjadi 500 Riyal (Rp 2 juta).

 

"Olehnya berdasarkan hasil rapat malam.kemarin, keputusan kami tetap memberangkatkan jamaah tanpa ada tambahan biaya, itu sudah jadi tanggungan kami," ujarnya.

 

Panitia Rapat Kerja Nasional Patria Wisata, H Rukman mengaku dalam pemberangkatan jamaah umrah dan haji akan dilakukan dalam 18 gelombang pemberangkatan.

 

"Seperti yang sudah kita jadwalkan, kita akan mulai memberangkatkan dengan pemberangkatan Ujung Pandang - Jeddah mulai 5 Oktober sampai dengan 29 Januari,"bebernya.


Baca juga: Belum Bisa Dijinakan, Kebakaran TPA Antang Terparah Sepanjang 20 Tahun 


Adapun soal fasilitas hotel, pihaknya telah menyiapkan sejumlah fasilitas hotel berbintang baik di Madinah maupun di Jeddah.

 

"Kalau hotelnya sendiri ada Hotel Azka Asshafa dan Le Meriden di Jeddah dan di Madinah ada Royal Andalus," ucapnya. 

 

Chaidir/CP/B
 

 

loading...