Skip to main content

Guru Besar UINAM: Pemulangan WNI eks ISIS akan Suburkan Virus Radikalisme

Guru Besar UINAM: Pemulangan WNI eks ISIS akan Suburkan Virus Radikalisme
Guru besar UIN Alauddin Prof Qasim Mathar. (Screen shot/YouTube)

KABAR.NEWS, Makassar - Guru Besar Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM), Prof. M. Qasim Mathar memberi pandangan mengenai pro dan kontra pemulangan WNI eks kombatan Islamic State of Iraq and Syria atau ISIS.


Qasim Mathar mengibaratkan, fenomena radikalisme sebagai virus ideologis sebagaimana halnya 600 lebih WNI eks kombatan ISIS yang kini berada di kamp pengungsian Al-Hol, di timur laut Suriah.


Baca juga: Siap Jadi Kombatan ISIS, 3 WNI Ditahan di Singapura


Kata Qasim, ratusan WNI eks ISIS tersebut sangat berpotensi terpapar paham radikal dan mereka rentan menyebarkan virus ideologi-nya kepada warga lain apabila dipulangkan ke Tanah Air.


"Kita mengenal setidaknya dua virus. Virus penyakit fisik, seperti corona saat ini dan virus ideologi atau teologi. Virus penyakit fisik bisa diatasi begitu vaksinnya ditemukan. Tapi virus ideologi-teologi tidak mudah vaksinnya," ujar Qasim Mathar saat dihubungi KABAR.NEWS via telpon, Selasa (12/2/2020).


Qasim berpendapat virus radikalisme yang menjangkit WNI eks ISIS berpotensi merusak generasi bangsa apabila dipulangkan ke Indonesia. Virus ideologis tersebut bahkan dapat mengacaukan kehidupan berbangsa dan bernegara.


Menurut Qasim, paham radikalisme hingga kini masih menjadi momok menakutkan bagi sebagian penduduk Indonesia. Dia memperkirakan, apabila WNI eks kombatan ISIS dipulangkan, maka kekhawatiran warga atas radikalisme semakin meningkat.


Baca juga: Di Hadapan Ketua DPD, NA Keluhkan Program Kementerian Pertanian


"Sekarang mau datangkan lagi orang-orang yang berpotensi radikal. Bagaimana status ke-WNI-an mereka setelah mereka pergi berISIS?" tanya Qasim.


Selain itu, Qasim juga mengkritik usulan sejumlah NGO yang meminta pemerintah sebaiknya memulangkan anak-anak eks kombatan ISIS karena dianggap sebagai korban. Bagi Qasim pendapat tersebut tak masuk akal, apalagi karena pertimbangan HAM.


"Mana mungkin mereka mau anak-anaknya pulang, ibu bapaknya tinggal di sana. Lucu juga (usulan) itu. Apakah waktu berangkat ke sana mereka memanusiakan pemerintah RI?" kata Qasim.


Sebelumnya Menteri Agama Fachrul Razi, melontarkan pernyataan pada pelantikan Bravo 5 bahwa Badan Nasional Pelanggulangan Teroris (BNPT) dan lembaga terkait, sedang mengkaji rencana pemulangan WNI eks kombatan ISIS ke Tanah Air.
 

 

loading...