Skip to main content

Gerindra Duga Bamus Sengaja Tunda Pelantikan Ketua DPRD Jeneponto

Gerindra Nilai Bamus Sengaja Tunda Pelantikan Ketua DPRD Jeneponto
Ketua DPC Partai Gerindra Jeneponto, Andi Baso Sugiarto. (IST)

KABAR.NEWS, Jeneponto - Partai Gerindra menilai Badan Musyawarah (Bamus) DPRD Kabupaten Jeneponto, Sulsel, sengaja menghambat jadwal rapat paripurna pelantikan Ketua DPRD Jeneponto dari Salmawati ke Arifuddin.


Ketua DPC Partai Gerindra Jeneponto, Andi Baso Sugiarto mengatakan keputusan Bamus untuk berkonsultasi ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tentang pergantian pimpinan DPRD Jeneponto hanya untuk mengulur waktu.


Baca juga: 6 Legislator Jeneponto Polisikan Anggota Grup WhatsApp

Baso Sugiarto mengetahui bahwa hasil rapat Bamus DPRD Jeneponto yang digelar pada Senin 13 Januari kemarin menunda jadwal pelantikan Arifuddin sebagai Ketua DPRD Jeneponto.


"Saya duga keputusan itu untuk menghambat proses pemberhentian dan pengangkatan ketua DPRD Jeneponto," ujar Andi Baso Sugiarto di Sekretariat DPC Gerindra Jeneponto, Jalan Lanto Daeng Pasewang, Rabu (15/1/2020).


Menurutnya, Bamus DPRD Jeneponto tak perlu lagi melakukan konsultasi ke Kemendagri mengenai paripurna pemberhentian dan pengangkatan Ketua DPRD Jeneponto, sebab beberapa waktu sebelumnya telak dilakukan konsultasi ke Biro Pemerintahan Pemprov Sulsel.


"Sekwan juga sudah konsultasi ke DPP Gerindra, DPP Gerindra menyampaikan ke sekwan bahwa SK DPP Gerindra itu sah keputusan Partai Gerindra dan itu hal yang biasa terjadi di partai," ungkap Andi Baso Sugiarto.


Dengan sikap Bamus yang terkesan ingin menunda pelantikan Arifuddin sebagai Ketua DPRD Jeneponto mengganti Salmawati, Andi Baso pun menduga bahwa pimpinan dewan dari partainya tak solid untuk pelantikan tersebut.


"Saya juga menduga pimpinan DPRD Jeneponto dari Partai Gerindra tidak loyal kepada keputusan partai dan hal itu sudah saya sampaikan ke DPP Gerindra, karena saya selaku ketua DPC Gerindra Jeneponto harus mengawal keputusan partai yang diputuskan oleh DPP Gerindra," tegasnya.


Baca juga: Dipilih Jadi Ketua DPRD Jeneponto, Arifuddin Akui adalah Mantan Napi Judi

Ditanya terkait langkah apa yang akan dilakukan terhadap kader atau anggota DPRD dari Fraksi Gerindra yang tidak loyal terhadap keputusan partai, Andi Baso Sugiarto, mengatakan itu wewenang DPD dan DPP Gerindra


"Terkait bagi kader atau anggota DPRD dari fraksi Gerindra yang tidak taat, patuh dan loyal kepada keputusan partai itu saya serahkan kepada DPD dan DPP Gerindra," ujarnya


Dia juga mengungkapkan alasan DPP Gerindra menetapkan Arifuddin sebagai Ketua DPRD Jeneponto mengganti Salmawati yang tak lain adalah istri Wakil Bupati Jeneponto, Paris Yasir.


"Mungkin salah satu alasan DPP menetapkan Arifuddin sebagai pimpinan menggantikan Salmawati yang sekarang sebagai ketua DPRD Jeneponto adalah karena Arifuddin mampu bekerja keras untuk partai Gerindra pada pemilu yang lalu sehingga di dapilnya merebut 2 kursi," tandas Andi Baso.


Penetapan Arifuddin sebagai Ketua DPRD Jeneponto mengganti Salmawati telah diteken DPP Gerindra sejak beberapa bulan lalu melalui Surat Keputusannomor 08-0186/Kota/DPP-Gerindra/2019 yang ditanda tangani langsung oleh Ketua Umum Prabowo Subianto.


Penulis: Akbar Razak/CP/B

 

loading...