Skip to main content

Fenomena Kemenangan 'Kolom Kosong' Akan Dituangkan dalam Sebuah Buku

Sumarsono
Rektor UNM temui PJ Gubernur Sulawesi Selatan Gurbernur Sulsel (IST)

KABAR.NEWS.Makassar- Kemenangan kotak kosong melawan calon tunggal dalam kontestasi Pilwali Makassar 2018 cukup menyita perhatian masyarakat Indonesia.


Hal itu pula yang menginspirasi Penjabat Gubernur Sulsel Sumarsono untuk meminta kepada Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) Husain Syam menuangkan hasil riset ilmiah atas fenomena Kemenangan Koko di Makassar, sebagai ajang pelajaran politik kepada masyarakat.


"Semua buku mengenai makassar selalu menarik, salah satu diantaranya adalah dinamika dan pelajaran politik dan pembelajaran politik yang kita peroleh dari pilkada sulsel khususnya makassar," ujar Soni Sumarsono usai pertemuan dengan civtas akademik UNM, di Ruang Kerja Gubenur, Kamis (26/7/2018).


Lanjut Soni, fenomena itu memiliki banyak dimensi edukasi perihal demokrasi lokal, terlebih kemenangan Kolom Kosong tersebut mengherankan masyarakat.


"Banyak hal yang dapat kita peroleh (dari fenomena koko) untuk kepentingan ilmu pengetahuan untuk diamalkan yaitu ilmu amalah, amal ilmiah, itulah buku," ringkasnya.


Sementara terkait rencana pembuatan buku itu, Rektor UNM Husain Syam menjelaskan, kehadiran buku itu nantinya untuk pendidikan politik kepada warga masyarakat Indonesia khususnya Makassar.


"Tentukan ada riil fakta di lapangan, sering berbeda dengan teori, itulah yang ingin kita coba buat hadirkan pendidikan politik di masyarakat dalam perspektif khusus kota makassar," ujar Husain.


Sementara itu terkait waktu terbitnya buku tersebut, Husain menyebut belum dapat memberikan kepastian lantaran beberapa hal yang perlu disiapkan lebih dulu.


"Teori politik itu begini, loh kan sederhana, orang jakarta ini atau orang luar ini menilai kok bisa (kolom koson menang), tapi saya kira kondisi riilnya tidak seperti itu. Makanya beliau minta dituliskan pikiran-pikiran yang ada," ungkapnya.


Andi Khaerul