Skip to main content

Erdogan Minta Pelaku Pembunuhan Khashoggi Diadili di Turki

Turki
Presiden Turki, Recep Tayyib Erdogan


KABAR.NEWS, Ankara - Kasus kematian jurnalis The Washington Post, Jamal Kashoggi di kantor Konsulat Arab Saudi di Instanbul, Turki menjadi perhatian Presiden Turki, Recep Tayyib Erdogan. 


Bahkan Erdogan mendesak para pelaku pembunuhan Jamal Khashoggi diadili di Turki, serta mendesak menyerahkan 18 orang yang diduga sebagai pelaku pembunuhan.


Baca Juga:


"Saya meminta Raja Salman, Pelindung Dua Masjid Suci, insiden ini terjadi di Istanbul. Karena itu pengadilan atas tim 15 orang plus tiga harus dilakukan di Istanbul," kata Erdogan dalam pidatonya di gedung parlemen, Ankara, Selasa (23/10/2018).


Dia menegaskan konvensi Jenewa tidak akan memberikan kekeuatan hukum diplomatik kepada para pelaku. Ke-18 orang itu ditahan oleh aparat Saudi setelah pemerintah Riyadh mengakui Khashoggi terbunuh di dalam Konsulat. 

 

Arab Saudi sebelumnya mengatakan, Khashoggi tewas dalam perkelahian, bukan sengaja terbunuh. Sebanyak 15 orang yang ditahan adalah pelaku utama pembunuhan Khashoggi, tiga lainnya diduga kaki tangan.


Erdogan dalam pernyataannya yang paling detail soal kematian Khashoggi mengatakan jurnalis berusia 59 tahun itu dibunuh "dengan sadis". Pembunuhan Khashoggi, kata Erdogan, dilakukan secara terencana dan bermuatan politis.


Tiga tim berdatangan bergantian ke Istanbul untuk melakukan ekseksusi tersebut. Menurut berbagai sumber kepada media, Khashoggi dimutilasi menjadi beberapa bagian.


Erdogan menegaskan, para pelaku harus diadili di Turki karena kejadian itu berlangsung di negaranya. 


"Pembunuhan ini memang terjadi di dalam Konsulat Saudi, tapi jangan lupa bangunan itu berada di wilayah Republik Turki," tegas Erdogan. 


Hingga saat ini mayat Khashoggi tidak diketahui rimbanya. Menurut pengakuan penyidik Saudi, mayat itu diberikan ke seorang "warga lokal" untuk dimusnahkan. Erdogan mendesak Saudi agar memberitahu siapa warga lokal yang dimaksud.


"Menurut informasi Saudi, mayatnya diberikan ke warga lokal. Siapa dia? Ini yang harus diungkap oleh Saudi," ujar Erdogan lagi. 


Erdogan juga mengatakan penyidik Saudi masih akan terus menyelidiki kasus ini hingga terang benderang siapa pelaku dan otak pembunuhan tersebut. 


Sejauh ini, pembunuhan Khashoggi memunculkan nama Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman lantaran beberapa pelaku adalah pengawal pribadinya.


"Aparat Turki punya bukti pembunuhan ini terencana. Turki dan seluruh dunia baru akan tenang jika seluruh pelaku dan otak pembunuhan ini diadili. Negara lain harus ikut berpartisipasi," tutur Erdogan.
 



loading...