Skip to main content

DPRD dan Direkrut RS Se-Sulsel Tolak Usulan BPJS Kesehatan Pinjam Uang Ke Bank

DPRD dan Direkrut RS Se-Sulsel Tolak Usulan BPJS Kesehatan Pinjam Uang Ke Bank
Rapat Komisi E DPRD Sulsel Soal BPJS Kesehatan (KABAR.NEWS/Andi Khaerul)

KABAR.NEWS,Makassar - DPRD Sulsel dan Direkrut Rumah Sakit (RS) Tolak mentah- mentah usulan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, agar Rumah Sakit (RS) meminjam uang ke Bank tutupi klaim pembayaran yang belum dilunasi.

 

Ketua Komisi E DPRD Sulsel Kadir Halid mengatakan saran dari BPJS Kesehatan tersebut tidak bisa diterima, harusnya merekalah (BPJS kesehatan) yang harus lakukan pinjaman tutupi klaim yang belum di bayarkan ke beberapa RS.

 

"Sarannya BPJS, RS pinjam uang di Bank, kita kasi kebalikan jangan RS yang pinjam uang tutupi kekurangan nnya. BPJS lah  yang  pinjam uang. Jangan mendorong RS yang pinjam uang tidak boleh itu," ucapnya saat ditemui di Kantor DPRD Sulsel. Senin (18/2/2019).

 

Olehnya itu, dalam waktu dekat pihaknya akan lakukan kunjungan kerja ke Komisi X DPR RI termasuk ke BPJS Kesehatan Pusat, mengingat merekalah yang punya andil mengambil keputusan.

 

"Kita harapkan pusat beri kewenangan, BPJS kesehatan di wilayah. Kalau diberikan, Deputi BPJS Kesehatan wilayah, sudah bisa berimprovisasi langkah mencari pendanaan menutupi hutangnya, hari Jumat ini kita akan kunjungan," bebernya.

 

Sementara itu, Deputi BPJS Kesehatan Sulselbartrmal I Made Puja Yasa menyebut klaim pembayaran yang sejauh ini belum di bayarkan ada sekitar Rp. 150 Miliar di 96 Rumah Sakit dan 7 klinik, semuanya ada 103.

 

''Pasti ini tertutupi kalau di subsidi BPJS inikan dibentuk negara. Kemarin nasional kita bayarkan Rp.6,4 triliun jadi diawal Maret mendatang  Rp.2,1 triliun, bahkan di April presiden sampaikan sekitar 6.3 triliun akan dibayarkan. Sulsel tergantung klaim berapa yang masuk,'' ungkapnya.

 

 

  • Andi Khaerul


 

 

 

 

loading...