Skip to main content

DPR: Cabai Harus Dikendalikan Supaya Petani Tidak Merugi

petani cabai
DPR: Cabai Harus Dikendalikan Supaya Petani Tidak Merugi Ilustrasi. (INT)

KABAR.NEWS, Jakarta - Pengendalian produksi dan pengelolaan distribusi komoditas bawang merah dan cabai diperlukan agar konsumen dan petani tidak saling merugi.

Begitu kata anggota Komisi IV DPR Rahmat N Hamka usai mengetahui kabar tentang stok bawang merah dan cabai yang melimpah sejak Hari Raya Idul Adha lalu.

Kata dia, kondisi tersebut telah membuat harga kedua komoditas itu mengalami penurunan di pasar induk retail dan induk, khususnya di Jakarta.

"Para petani kan harus dikelola waktu tanamnya kemudian pemasok produksinya. Pengendalian produksi maksudnya adalah ada harga yang pantas dan layak," terang Rahmat dalam keterangan tertulis, Jumat (14/9/2018).

Politisi PDIP itu juga meminta kepada petani bawang merah dan cabai, untuk bisa bersinergi dengan stakeholder atau industri komoditas pertanian tersebut. Sehingga harga produksi mereka terjamin karena ada pihak yang siap menjadi penampung.

Sementara untuk menghindari konsumen merugi, Rahmat mendorong agar dilakukan sebuah penataan distribusi pasca produksi terhadap dua komoditas itu. 

"Dengan begitu, petani jadi semangat, para konsumen juga masih dapat menjangkau harga, dan pabrikan juga mendapat suplai yang relatif stabil," urainya.

Menurutnya, kemampuan pengelolaan dan berproduksi petani bawang merah dan cabai telah cukup bagus saat ini. Hanya saja, diperlukan sedikit lagi manajerial agar muncul angka kewajaran antara petani dan konsumen.

"Dalam hal pengendalian produksi, distribusi, hingga manajerial komoditas bawang merah dan cabai turut diperlukan peranan pemerintah daerah. Sebab, ketiga hal ini tidak bisa hanya bergantung pada instansi pusat, melalui Kementerian Pertanian," tukasnya.