Skip to main content

Disdik Makassar Wacanakan Ruang Kelas Berbasis Teknologi

Plt Kadisdik Makassar
Plt. Dinas pendidikan Kota Makassar, Irwan Bangsawan.(ist) 

KABAR.NEWS, MAKASSAR - Perkembangan teknologi digital dan informasi menjadi salah satu hal penting untuk diperkenalkan kepada siswa di sekolah. Olehnya itu, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar berencana pada 2021 akan mengadakan 'Ruangan Smart' bagi sekolah-sekolah yang terpilih di Kota Makassar. 


Plt Kepala Disdik Kota Makassar, Irwan Bangsawan menjelaskan, inovasi ruangan smart tersebut akan dilengkapi proyektor dengan teknologi Artificial Intelligence (Kecerdasan Buatan), yakni ruangan yang akan memiliki perlengkapan teknologi 3D (tiga dimensi).


"Nanti alat peraganya nanti kita mau coba pakai Artificial Intelligence, kalau yang sampai sekarang pakai bola dunia masih manual, rencana kita akan coba lewat proyektor, jadi seperti ril dilihat, misalnya seolah-olah ada kupu-kupu di ruangan, konsepnya seperti itu, seperti 3 dimensi," ucap Irwan di Kantor Disnaker Makassar, Jumat (18/9/2020).


Rencananya, Ruangan Smart tersebut akan diadakan untuk 5 ruangan bagi 5 SD dan 5 SMP yang terpilih di Kota Makassar. Jadi kata Irwan, tak semua sekolah bisa diadakan untuk hal tersebut. "Belum ditentukan, 5 kelas saja, 5 SD, 5 SMP. Jadi 1 SMP, 1 kelas, 1 SD juga 1 kelas. Tapi tidak semua SM dan SD (akan dipilih)," paparnya.


Ia mengatakan, adapun rancangan tersebut bermaksud untuk menciptakan suasana interaktif belajar mengajar yang modern dan nyaman yang berbasis digital."Kelas itu sistem digital, interaktif, dan tentu suasana ruangan pasti jadi lebih nyaman belajar. Informasi terupdate terus di situ. Komunikasi dengan guru, sistem digital," tuturnya.


Sementara untuk pengajuan anggaran, Irwan menyebutkan pihaknya butuh biaya senilai ratusan juta."Kalo sekitar 400 juta atau 800 juta perkelas, itu sudah kelengkapan mobiler serta perangkat pendukung digital yg di gunakan proses belajar mengajar," bebernya.


Menurutnya, hal ini merupakan konsep baru yang diajukan pihaknya. Meski ia mengakui hal tersebut belum tentu disetujui Badan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Makassar."Untuk SD dan SMP, itu baru konsep karena belum tentu disetujui Bappeda," pungkasnya.


Penulis: Fitria Nugrah Madani/B
 

 

Flower

 

loading...