Skip to main content

Dirjen Polpum Kemendagri: Baru 60% Masyarakat Sulsel Tahu Tanggal Pelaksanaan Pemilu

Pemilu 2019
Dirjen Polpum Kemendagri, Soedarmo.


KABAR.NEWS, Makassar - Direktorat Jenderal (Dirjen) Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Soedarmo mengakui jadwal pelaksanaan pemilihan umum (Pemilu) Presiden dan Wakil Presiden (Wapres) dan Legislatif belum merata diketahui beberapa daerah di Kawasan Timur Indonesia (KTI).


Adapun data dari Kemendagri, persentase masyarakat tentang mengetahui jadwal pelaksanaan pemilu serentak pada 17 April 2109 mendatang, terbilang masih minim apalagi sisa waktu menuju pada Pilpres dan Pileg tersebut tersisa 64 hari lagi.


Baca Juga: 


Olehnya itu, Soedarmo menyerukan Pemerintah Daerah (Pemda), Forkopimda khususnya yang ada di KTI agar segera memaksimalkan sosialisasi dan simulasi ke masyarakat mengenai tanggal pasti dan tatacara pelaksana pemilu tersebut.


"Dari data yang kami peroleh masih banyak banyak masyarakat belum tahu tanggal pemilu, sehingga semua stakeholder terkait harus segera mengambil langkah sosialisasi kepada para pemilih agar tidak banyak surat suara yang rusak, jangan sampai seperti pemilu tahun 2014 ada 14 juta surat suara rusak," paparnya saat di Hotel Claro Makassar, Selasa (12/2/2019).


Selain jadwal pemilu, pemahaman masyarakat terkait nama-nama partai politik (parpol) yang ikut Pilkada masih rendah, jadi masalah lainnya yang harus segera selesaikan. Apalagi ada 16 partai politik dan 4 partai politik lokal di aceh belum diketahui masyarakat.


"Makannya kepada daerah harus juga memberikan kesempatan kepada parpol untuk mengkampanyekan diri, karena masih kecilnya pemahaman masyarakat partai apa saja yang ikut," pungkasnya.


Berikut persentase 11 Provinsi yang ada di kawasan Indonesia Timur, mengenai pengetahuan jadwal pemilu serentak 2019 :

1. Kalimantan Utara 60 persen.
2. Sulawesi Utara 55.56 persen.
3. Sulawesi Tengah 70.00 persen
4. Sulawesi Selatan 64.10 persen.
5. Sulawesi Tenggara 40.00 persen.
6. Gorontalo 50.00 persen.
7. Sulawesi Barat 90.00 persen.
8. Maluku jadi yang terendah 30.00 persen.
9. Maluku Utara 80.00 persen.
10. Papua Barat 70.00 persen
11. Papua 85.00 persen.

  • Andi Khaerul

 

loading...