Skip to main content

Diberhentikan Jelang Pelantikan, Novianus Sandarkan Harapan Pada Ketum PDI-P Megawati

Megawati
Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri saat menutup Rakorda PDI di JI Expo, Jakarta, Jumat (11/1/2019).(IST)

KABAR.NEWS, Makassar - Usai diwacanakan untuk digantikan oleh rekan separtainya, Novianus YL Patanduk mengaku masih mendapatkan undangan gladi bersih dalam rangka persiapan pelantikan 85 anggota DPRD Sulsel periode 2019-2024.

 

Kendati ia sendiri mengaku belum mendapat kejelasan namun ia berharap partai besutan Megawati Soekarno Putri selaku ketua umum dapat meninjau Surat Keputusan (SK) pemberhentiannya.

 

"Saya berharap pada pimpinan Sulsel serta Ibu ketua umum (Megawati) dan jajaran pengurus pusat agar sekiranya bisa meninjau ulang SK pemberhentian saya," bebernya saat dikonfirmasi, Senin (23/9/2019).

 

Sikap PDI-P sejauh ini memang cukup tegas, memberhentikan Novianus yang dianggap telah menggelapkan biaya saksi senilai Rp 20 juta pada Pemilu April 2019 lalu. Kemudian mendorong Risfayanti Muin selaku Caleg peraih suara terbanyak setelah Novianus.

 

Menanggapi hal tersebut Novianus tak menampik, ia mengaku menggunakan dana tersebut karena terdesak. "Saya saat itu maju memang keterbatasan dana," bebernya. 

 

Baca juga : SK Belum Diterima Sekwan, Begini Nasib Caleg PDI-P yang Dipecat Jelang Pelantikan

 

Meski begitu, Novianus mengaku telah berusaha untuk mengembalikan dana. "Setelah saya mencoba pinjam ke teman-teman, terkumpul Rp 9 Juta, tapi partai menolak dengan alasan sudah lewat pemilu," terangnya.

 

Padahal menurutnya 9 hari setelah pemilu tepatnya tanggal 26 April 2019 belum ada pengumuman hasil pemilu. "Pengembalian ditolak, padahal saat itu belum ada hasil, pemilihan tanggal 17 saya datang bawa dana tanggal 26 April, 9 hari setelah pemilihan," terangnya.

 

Ia mengaku sangat berharap pada Ketua Umum Megawati Soekarno Putri untuk meninjau kembali pemberhentiannya dan membolehkan dirinya untuk menjalankan kembali amanah partai.

 

"Sampai saat ini saya terus persuasif (Tak melakukan upaya hukum), karena saya yakin partai bisa melihat kondisi yang ada," pungkasnya. 

 

(Chaidir/CP/B)

 

 

 

loading...