Skip to main content

Demo Tuntut PM Albania Mundur Berakhir Ricuh

Albania
Aksi de depan parlemen Albania menuntut PM Albania Edi Rama mundur.(Sputnik)


KABAR.NEWS - Aksi demonstrasi di depan Gedung Parlemen Albania menuntut Perdana Menteri (PM) Albania Edi Rama mundur berakhir ricuh. Bentrokan terjadi saat ribuan massa dihadang polisi. 


Perdana Menteri Edi Rama telah berkuasa sejak 2013. Ia dituduh melakukan korupsi oleh massa pendukung oposisi. Akibat bentrokan tersebut, setidaknya dua anggota polisi dilarikan ke rumah sakit dan empat orang demonstran harus menjalani perawatan karena sesak nafas akibat bentrokan. Ribuan massa itu terus mencoba menerobos garis polisi.


Baca Juga:


Beberapa kaca jendela gedung Parlemen pecah akibat dilempar batu oleh massa. Sekitar 10 massa mencoba memaksa masuk ke gedung dengan mendobrak pintu masuk. Polisi juga terus berusaha menghadang massa tersebut. 


"Situasinya di luar kendali," kata pemimpin oposisi utama Partai Demokrat, Lulzim Basha.


Ia menyalahkan polisi karena membiarkan massa terlalu dekat dengan gedung sehingga memicu kekerasan. Ribuan massa itu berkumpul di luar gedung parlemen hingga sore.


"Tanggal 16 Februari akan menjadi hari terakhir berkuasa bagi Rama," Basha mengatakan pada pertemuan para pendukungnya pada hari Rabu lalu. 


"Rezim ini harus dibatalkan dengan cara apa pun," sambungnya.


Demonstrasi pada Sabtu ini merupakan aksi terbaru pimpinan Basha. Koalisi oposisi yang terdiri dari lima partai, mulai dari kanan tengah ke kiri tengah. Mereka menuduh Rama berkolusi dengan kejahatan terorganisir dan telah menjerumuskan negara ke dalam korupsi dan kemiskinan.
 

 

loading...