Skip to main content

Bawaslu: Bupati Bulukumba Tak Terbukti Langgar UU Pemilu

Bawaslu: Bupati Bulukumba Tak Terbukti Langgar UU Pemilu
Bupati Kabupaten Bulukumba AM Sukri Sappewali. (IST)

KABAR.NEWS, Bulukumba - Dugaan pelanggaran pemilu yang dilakukan oleh Bupati Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, AM Sukri Sappewali disebut tidak terbukti. Hal itu setelah Bawaslu menggelar rapat bersama dengan Gakkumdu. 


Komisioner Bawaslu Bulukumba, Bakri Abubakar, mengatakan telah merampungkan kajian dari hasil pemeriksaan dugaan netralitas yang dilakukan Sukri selaku kepala daerah.


"Dapat disimpulkan kasus tersebut tidak memenuhi unsur tindak pidana pemilihan," ucap Bakri di Bulukumba, Jumat (18/9/2020). 


Menurut dia, apa yang telah dilaporkan oleh Forum Demokrasi Rakyat telah dikaji sesuai ketentuan perundang-undangan. Foto Sukri yang menyilangkan jari ibu dan telunjuk dinilai bukan gesture politik.


"Kami sudah melakukan proses kajian dengan mengundang pihak-pihak yang berkaitan dengan kasus tersebut yakni pelapor, saksi-saksi dan terlapor untuk dimintai keterangan," jelasnya. 


Kendati demikian, Bawaslu Bulukumba juga telah melakukan pembahasan kedua di Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Bulukumba. 


Hasil pembahasan kedua tersebut, kata Bakri tidak memenuhi unsur sesuai Tindak Pidana Pemilihan sebagaimana diatur di pasal 71 ayat 1 junto pasal 188 UU Nomor 10 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-undang Nomor 1 tahun 2015 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU Nomor 1 tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota menjadi Undang-undang sehingga tidak dapat dilanjutkan ketahap berikutnya.


Diberitakan sebelumnya, Forum Demokrasi Rakyat melaporkan AM Sukri Sappewali ke Bawaslu Bulukumba beberapa waktu lalu. Purnawiran TNI itu dilapor terkait ketidak netralanya sebagai bupati. Lantaran foto yang bereda di sosial media memberikan simbol salah satu pasangan calon Pilkada Bulukumba. 


Penulis: Afriansyah Lahia/B

 

Flower

 

loading...