Skip to main content

Ba'asyir Bebas, Wapres Jusuf Kalla: Ini Kemanusiaan, Bukan Politik

Pembebasan Ba'asyir, Wapres Jusuf Kalla: Ini kemanusiaan, Bukan politik
Wakil Presiden Jusuf Kalla diapit sejumlah tokoh masyarakat Sulsel di kediaman pribadinya, Jalan Haji Bau Makassar, Sabtu (19/1/2019). 

KABAR.NEWS, Makassar- Pembebasan Pimpinan Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) Abu Bakar Ba'asyir menuai pro-kontra dari publik. Pasalnya kebijakan tersebut dilakukan menjelang Pemilu 2019.



Ba'asyir mendekam dalam sel tahanan selama 9 tahun pasca dirinya divonis penjara 15 tahun oleh Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Jakarta Selatan terkait dugaan kasus keterlibatan dirinya dalam pembiayaan latihan teroris di Aceh dan dianggap mendukung gerakan terorism di Indonesia.


Terkait itu, Wakil Presiden RI Jusuf Kalla langsung menampik kabar pembebasan Ba'asyir dilatarbelakangi kepentingan elit politik untuk Pilpres 2019. JK menjelaskan, kebijakan tersebut diambil berdasar rasa kemanusiaan melihat kondisi kesehatan pendiri Pondok Pesantren Islami Al Mu'min. 


"Karena baru sekarang kesehatannya kurang bagus, saya kira tidak tidak ada hubungannya dengan pemilu, ini langkah kemanusiaan saja, boleh saja ditentang tapi yang menentukan kan kita orang bisa berpandangan lain tapi kita melihat ini hanya kemanusiaan," ujar Wapres JK, di kediaman pribadinya, Jalan Haji Bau Makassar, Sabtu (19/1/2019).


Baca juga: Prasetio Ungkap Tanggal Pernikahan Ahok: Sebulan Setelah Bebas dari Penjara

Selain itu, JK mengatakan pembebasan Abu Bakar Ba'asyir karena masalah umur yang sudah masuk 80 tahun, sehingga pemerintah memberi perhatian khusus, terlebih untuk menghindari kejadian yang kurang baik ketika terus menerus berada dalam sel tahanan.


"Bayangkan ketika terjadi sesuatu di penjara misalnya meninggal, pemerintah akan disalahkan secara besar-besaran," tegas Wapres JK.


  • Andi Khaerul

 

loading...