Skip to main content

Anak dan Cucu BUMN "Ambi Jatah" Swasta, Kadin: Sampai Jualan Roti

sfhsd
Ketua Kadin Indonesia, Rosan P. Roeslami. (Int)

KABAR.NEWS, Jakarta- Keberadaan anak dan cucu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ternyata sudah lama dikeluhkan oleh kalangan pengusaha. Pasalnya, kepanjangan tangan dari perusahaan pelat merah itu 'mengambil jatah' swasta.


Pengusaha swasta kewalahan bila harus bersaing dengan perusahaan milik negara ditambah anak hingga cicit yang didirikan perusahaan pelat merah. Kondisi tersebut memberikan dampak negatif buat keberlangsungan bisnis mereka.


Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan P. Roeslani bahkan heran anak cicit BUMN punya bisnis seragam hingga jualan roti.


"Mereka (BUMN) banyak membikin bukan cucu, (tapi) sampai cicit yang bisa dikerjakan oleh pengusaha, UMKM, seperti contohnya perusahaan BUMN yang bikin seragam, cicitnya. Kemudian ada yang bikin pabrik roti," kata dia dikutip dari detik.com.


Tak sampai di situ, jasa wrapping atau membungkus koper di bandara pun dikerjakan oleh anak atau cicit BUMN. Dirinya pun mengetahui hal tersebut karena pelaku UMKM mengadukan kondisi tersebut ke Kadin. "Itu kan bisa dikerjakan oleh UMKM di daerah. Saya tahu soalnya UMKM daerah ngomong ke saya juga," sebutnya.


Baca juga: Pemilik Grup Djarum Masih Jadi Orang Terkaya di Indonesia 


Dia mengaku sudah menyuarakan masalah di atas kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) sejak 3 tahun lalu.


"Saya masih ingat Kadin yang menyuarakan ini kepada Bapak Presiden di 2016 akhir. Sudah tiga tahun lalu yang nyatakan bahwa ini BUMN yang jumlahnya memang 150, tapi anak perusahaannya menjadi 900, dan ini benar-benar banyak mengambil porsi pengusaha bahkan UMKM," tambahnya.


Pengusaha menilai keputusan Menteri BUMN Erick Thohir tepat dalam memperketat perizinan pembentukan anak, cucu sampai cicit perusahaan pelat merah. Pasalnya BUMN yang beranak-pinak ini memukul pengusaha swasta hingga UMKM.


"Saya melihatnya itu suatu keputusan yang tepat ya dari Menteri BUMN," kata Rosan.


Ada dua manfaat yang bakal dirasakan pengusaha swasta jika anak hingga cicit BUMN dibatasi keberadaannya. Intinya itu akan memberi kesempatan lebih luas untuk dunia usaha dari sektor swasta.


"Ya pertama tentunya ruang gerak swasta yang terambil oleh anak usaha BUMN bisa kembali lah ke swasta dan UMKM. Itu kan memberikan sinyal yang positif gitu. Itu pertama. Kedua tentunya kita mempunyai harapan yang sama juga yang bisa dikerjakan oleh swasta ya sudah dikerjakan swasta," sebutnya.


Dia menyarankan Erick untuk menertibkan anak hingga cicit BUMN yang melenceng dari bisnis utama (core business) induknya. "Ya memang harus dipilah-pilah, harus dilihat satu-satu nih memang. Dan menurut saya kalau yang keluar dari core bisnisnya ya harus dirapikan," pungkasnya.

 

loading...