Skip to main content

Akusisi Pertagas, PGN Harap Harga Gas di Indonesia Turun

PGN
PT PGN.


KABAR.NEWS, Jakarta - Langkah PT Perusahaan Gas Negara (PGN) mengkuisisi PT Pertamina Gas (Pertagas) diharapkan banyak pihak bisa menurunkan harga gas di Indonesia. Harapan tersebut pun diamini Direktur Komersial PGN, Danny Praditya.


Danny mengaku dengan akusisi PT Pertagas, potensi penurunan harga bisa saja terjadi. Ia menjelaskan dengan adanya intergrasi perusahaan pengembangan jaringan gas bisa mengefisienkan bisnis gas bumi. 


Baca Juga:


" Dengan Integrasi, kita kejar efisiensi dulu. Terintegrasinya Pertagas dengan PGN bisa membuat harga gas lebih kompetitif," ujarnya dikutip dari Viva, Jumat (11/1/2019). 


Meski demikian, Danny menyebutkan saat ini PGN masih melakukan perhitungan akhir terkait potensi efisiensi jaringan gas dengan adanya pengintegrasian sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM Nomor 58 Tahun 2017 tentang Harga Jual Gas Bumi Melalui Pipa Pada Kegiatan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi.


"Semuanya akan teregulasi, secara margin dan return on investment, kalau ada pertumbuhan signifikan, akan turunkan biaya fix cost distribusi, karena yang jadi komponen harga gas dari hulu yang jadi scoup bisnis kita," ungkap dia.


Dengan terintegrasinya Pertagas dengan PGN itu, dikatakannya PGN juga semakin siap sebagai sub holding gas dalam skema holding migas yang telah didorong oleh pemerintah melalui Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2018.


Kini PGN merupakan bagian keluarga besar holding migas di bawah bendera PT Pertamina. Sebagai lanjutannya, PGN ditugaskan mengelola sektor bisnis gas dan diharapkan mampu mengelola sektor gas dalam negeri dengan baik.


Di samping itu, PGN dan Pertamina telah memutuskan untuk mengikutsertakan lima anak usaha Pertagas yakni PT Pertagas Niaga (PTGN), PT Perta-Samtan Gas (PSG), PT Perta Arun Gas (PAG), PT Perta Daya Gas (PDG), dan PT Perta Kalimantan Gas (PKG) dalam proses akuisisi tersebut.


Sekedar diketahui, PT PGN telah resmi mengakuisisi PT Pertagas pada 28 Desember 2018 lalu dengan ditandatanganinya perjanjian jual beli saham atau Sales Purchases Agreement (SPA) senilai Rp20,18 triliun.

 

loading...