Skip to main content

Akan Naikkan Gaji Pegawai dan Pensiunan, Nurdin Abdullah Warning ASN Malas

Gubernur Sulsel
Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah.


KABAR.NEWS, Makassar - Rencana kenaikan gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pensiunan dari pemerintah pusat di tahun 2019, sudah disiapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel). Saat ini, tinggal menunggu petunjuk teknis dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu). 


Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah (NA) mengatakan rencana kenaikan gaji PNS tersebut sudah masuk APBD tahun depan. Selain kenaikan gaji, Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) untuk pegawai kembali dinaikkan 10 persen menjadi 30 persen di tahun 2019. 


Baca Juga: 


"Cukup besar belanja modal kita tahun depan, sekitar 30 persen dari APBD. Yang pasti besarannya 5 persen dari gaji pokok, dan gaji pokok itu beragam jumlahnya, ditambah TPP," ucapnya.


Olehnya itu, dengan kenaikan gaji dan tunjangan pegawai tersebut, harusnya kata Nurdin bisa memacu kinerja para pegawai. Selama ini, laporan dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) masih banyak pegawai malas ikut apel pagi dan terlalu banyak izin. Dirinya pun mengancam akan memangkas TPP jika pegawai malas berkantor ataupun apel pagi. 


"Kenaikan gaji PNS itu berdasarkan pengesahan UU terkait kenaikan gaji PNS yang mencakup di dalamnya gaji 13 dan gaji Pensiunan. Kita masih menunggu keputusan dari Peraturan Menteri Keuangan (Permenkeu)," ungkapnya.


Adapun, besaran jumlah potongan TPP tersebut minimal 5 dan maksimal 30 persen. Langkah dan kebijakan pemotongan TPP ini, sebagai bentuk peningkatan disiplin ASN pemprov. 


"Ini yang perlu dievaluasi. Kalau perlu TPP-nya tidak dibayarkan, ada kok laporannya semua di BKD," ujarnya.


"Jangan sampai ulah ASN yang malas dan tidak disiplin ini mengganggu pelayanan. Kasian kan yang disiplin kerja, tapi TPP nya sama dengan yang tidak disiplin. Lama-lama kerja honorer jauh lebih baik dibanding pegawai," tutupnya.

  • Andi Khaerul

 

loading...