Skip to main content

Aco Cs, Pelaku Begal Potong Tangan Terancam Hukuman Mati

Aco Cs, Pelaku Begal Potong Tangan Terancam Hukuman Mati
Keempat terdakwa saat menjalani proses persidangan di Pengadilan Negeri Makassar, Selasa (19/2/2019) sore.

KABAR.NEWS, Makassar - Empat orang terdakwa dihadirkan dalam sidang perdana perkara begal potong tangan di Pengadilan Negeri (PN) Makassar, Selasa (19/2/2019). Mereka, Firman alias Emang (22), Aco alias Pengkong (21), FA (18) dan Irman alias Imang (37).


Baca juga: Delapan Legislator Enrekang Dihadirkan Sidang Lanjutan Dugaan Korupsi Bimtek Enrekang

Jaksa Penuntut Umum (JPU), Adrian Saputra mengatakan dua terdakwa utama, Aco alias Pengkong dan Firman alias Emmang telah terbukti melakukan tindak pidana pencurian dengan kekerasan atau begal yang mengakibatkan korban mengalami luka cacat seumur hidup.


"Kedua ini merupakan pelaku utama yang membuat korban mengalami patah tangan," ucap Adrian saat membacakan dakwaan dihadapan majelis hakim yang diketuai oleh Bambang Nurcahyono.


Menurut jaksa, bahwa kedua terdakwa utama masing-masing dijerat dengan pasal 365 KUHP ayat 2 dan 4. Sedangkan dua terdakwa lainnya yakni, Fatahulla alias Ulla dan Irman dijerat dengan pasal 480 KUHP.


"Kedua terdakwa utama diancam hukuman paling rendah 20 tahun dan maksimal hukuman mati atau seumur hidup," tegas Adrian dalam dakwaannya.


Sidang yang hanya berlangsung beberapa menit ini, tiba-tiba majelis hakim kembali mengetuk palu pertanda persidangan ini kembali ditunda dan kembali digelar pada hari, Selasa (26/2/2019) pekan depan, dengan agenda mendengarkan keterangan saksi.


Baca juga: Ilham Arief Sirajuddin Tetap Berharap Dapat Remisi

Diketahui keempat pelaku telah melalukan tindakan pencurian dengan kekerasan atau begal dengan memotong tangan mahasiswa ATIM Makassar, Imran (19), demi meraih handphone Samsung pada November 2018.

 

Menurut polisi, pelaku atas nama Aco merupakan otak dari kasus ini. Di mana Aco berperan sebagai joki sekaligus mengajak pelaku lain untuk melakukan aksi pencurian dengan kekerasan (curas) serta meminjam alat seperti parang dan sepeda motor.


  • Lodi Aprianto

 

loading...