Skip to main content

12 Remaja Tim Sepakbola Thailand Berhasil Diselamatkan, 1 Penyelam Elit Meninggal Dunia

Saman
Mantan penyelam elit Angkatan Laut Thailand, Saman Gunan.(INT)

KABAR.NEWS, Bangkok - Kabar bahagia saat 12 remaja yang terperangkap di gua berhasil diselamatkan. Tetapi pada saat bersamaan, salah satu mantan penyelam tim elit Angkatan Laut (AL) Thailand menjadi korban. 


Ia bernama Saman Gunan yang tewas dalam usahanya mengirim tanki oksigen ke dalam gua. Saman Gunan (38 tahun) sekarang akan diingat oleh keluarga maupun banyak orang lain di seluruh dunia sebagai pahlawan.


Pria yang sebelumnya membantu sebagai relawan ini masuk ke dalam gua hari Kamis malam minggu lalu membawa tiga tanki oksigen.


Baca Juga: 


Dia berhasil menyelesaikan tugasnya, namun dalam perjalanan keluar kehilangan kesadaran. Rekannya berusaha melakukan bantuan pernapasan buatan, namun tidak berhasil menyelamatkannya.


Gunan adalah salah satu dari 80 anggota tim penyelam Angkatan Laut Thailand yang dikenal dengan nama Thai Navy SEAL yang ikut dalam operasi penyelamatan.


"Kami tidak akan membuat dia menjadi korban yang terlupakan begitu saja.' kata komandan SEAL Arpakorn Yookongkaew.


"Saya akan menggunakan rasa bangga untuk menekan kesedihan saya."

 

Sementara itu, istri Saman Gunan, Waleeporn Gunan mengatakan kepada BBC, “Saya merasa seperti sudah mati, namun saya masih hidup".

 

"Tetapi saya akan menggunakan rasa bangga untuk menekan kesedihan saya," katanya menambahkan.


Dia mengatakan suaminya sudah disebut sebagai pahlawan dan memang begitulah adanya.


"Dia suka membantu orang lain, melakukan kerja amal, dan suka menyelesaikan sesuatu." katanya.


Gunan, kata dia, sempat berbicara mengenai kuatnya hubungan mereka, dan menambahkan bahwa setiap hari mereka selalu menyatakan kecintaan dengan yang lain sebelum suaminya berangkat kerja.


"Pas jam makan siang, saya akan mengirim teks bertanya apakah dia sudah makan. Ketika malam pulang, saya akan bertanya bagaimana keadaannya." katanya lagi.


Saman pernah berbicara sebelumnya mengenai kematian


"Saman pernah sekali mengatakan bahwa kita tidak pernah tahu kapan kita akan mati. Kita tidak bisa mengontrolnya, jadi kita harus bersyukur setiap hari." kata Waleeporn.


Waleeporn Gunan ingin menyampaikan pesan akhirnya ini kepada suaminya.


"Saya ingin mengatakan kepadamu sayang, kamu adalah pahlawan di hatiku. Kamu akan selamanya di sana."