Skip to main content

Ilmuwan Temukan Alat Kontrasepsi Tanpa Jarum Suntik yang Tahan Lama

Ilmuwan Temukan Alat KB Perempuan Tanpa Jarum Suntik yang Tahan Lama
Patch mikroneedle  dieksperimen oleh Ilmuwan dari Georgia Tech, Atlanta, Amerika Serikat. (GEORGIA TECH/CHRISTOPHER MOORE)

KABAR.NEWS - Ilmuwan dari Georgia Tech Atlanta, Amerika Serikat sedang mengembangkan alat kontrasepsi wanita dalam bentuk "patch mikroneedle" atau sejenis tambalan yang hanya dioleskan pada kulit.


Seperti alat kontrasepsi jangka panjang lainnya, patch kontrasepsi mikroneedle akan memberi efek siklus menstruasi terhadap wanita yang menggunakannya. 


Baca juga: Studi: Gaji Seseorang Dapat Meningkatkan Resiko Penyakit Jantung

Dilansir dari The Independent, penulis utama penelitian ini, Dr. Mark Prausnitz menjelaskan cara kerja alat kontrasepsi tambalan ini. Menurut dia, jika alat kontrasepsi tersebut dioleskan pada kulit, maka akan melepaskan levonorgestrel atau suatu bentuk progesteron sintetis ke dalam kulit.


Tapi, berbeda dari alat kontrasepsi lainnya, tambalan ini akan menyuntikkan progesteron sintetis bukan dengan jarum suntik, namun melalui jarum berbentuk mikroskopis yang dapat terbiodegradasi.


Jarum tersebut dikatakan bebas rasa sakit dan terbuat dari bahan yang sama dengan jahitan yang dapat larut ke dalam kulit. Bukan hanya itu, kontrasepsi tambalan ini diklaim bisa mencegah kehamilan hingga enam bulan.


"Tujuan kami adalah agar wanita dapat mengatur sendiri kontrasepsi jangka panjang dengan patch mikroneedle yang akan diterapkan pada kulit selama lima detik hanya sekali sebulan," kata Prausnitz, dikutip Selasa (15/1/2019)


Baca juga: Sedang Diet? Lima Makanan Ini Bisa Membantu Membakar Lemak Anda

Penelitian ini dipublikasi di jurnal Nature Biomedical Engineering, pada 14 Januari 2019. Alat kontrasepsi ini awalnya dirancang untuk digunakan pada daerah-daerah dengan akses terbatas ke unit pelayanan kesehatan. 


Para ilmuwan berharap alat kontrasepsi microneedle akan memberikan alternatif keluarga berencana baru untuk populasi yang lebih luas, yang berpotensi terbukti lebih populer daripada pil.


Jika disetujui, alat kontrasepsi tambalan ini akan menjadi kontrasepsi jangka panjang pertama yang tidak melibatkan suntikan yang diberikan oleh dokter atau profesional kesehatan.


Namun, karena alat kontrasepsi tambalan ini baru diuji pada tikus sejauh ini, para ilmuwan mengatakan lebih banyak uji klinis diperlukan untuk menentukan efek mikroneedle kontrasepsi pada manusia.


"Kami belum tahu bagaimana patch mikroneedle kontrasepsi akan bekerja pada manusia," kata Prausnitz. "Karena kami menggunakan hormon kontrasepsi yang sudah mapan, kami optimis patch itu akan menjadi kontrasepsi yang efektif," pungkasnya.