Skip to main content

Ilmuwan Sebut Ada Kehidupan Serangga dan Ular di Planet Mars

Ilmuwan Sebut Ada Kehidupan Serangga dan Ular di Planet Mars
Ilustrasi Planet Mars. (NASA)

KABAR.NEWS -  "Serangga dan ular, baik hidup dan mati, berserakan di permukaan planet Mars." Demikian klaim gila yang diutarakan oleh seorang pakar serangga Amerika Serikat (AS), Dr Emeritus William Rosomer.


Ahli itu menyatakan pada minggu ini, bahwa dia telah menemukan bukti bentuk mirip serangga di Planet Merah. Klaim William Rosomer didasarkan setelah menghabiskan bertahun-tahun meneliti foto-foto NASA untuk mencari tanda-tanda bentuk kehidupan di Mars.


Baca juga: Peringatan NASA: Dua Asteroid Berukuran Bangunan Besar akan Menabrak Bumi

Dia melihat beberapa benda mirip serangga atau ular, dan menganggap mereka adalah campuran makhluk fosil dan makhluk hidup di permukaan planet ini.


"Ada dan masih ada kehidupan di Mars," kata Dr Romoser, dikutip dari The Sun, Kamis (21/11/2019). Romoser merupakan penulis beberapa buku teks tentang "entomologi" atau studi tentang serangga.


Gambar yang diteliti William Rosomer untuk mengidentifikasi keberadaan serangga di Mars. (Dok. William Rosomer/The Sun)
Gambar yang diteliti William Rosomer untuk mengidentifikasi keberadaan serangga di Mars. (Dok. William Rosomer via The Sun)

"Penemuan" aneh itu dipresentasikan pada pertemuan tahunan Masyarakat Entomologi Amerika di St Louis, AS. Menurut Romoser, ada keragaman nyata di antara fauna mirip serangga Mars yang menampilkan banyak fitur yang mirip dengan serangga Terran.


"Misalnya, kehadiran sayap, fleksi sayap, lincah / terbang gesit, dan berbagai elemen kaki terstruktur," klaim pakar tersebut.


NASA membuat gambar pembidik Mars seharga 2 miliar poundsterling tersedia untuk umum, memungkinkan siapa saja untuk memeriksa objek di permukaan planet merah ini.


Baca juga: Indahnya Planet Mars Berdampak Kehidupan Seksual

Dr Romoser menjelaskan, bahwa ia menjelajahi foto-foto untuk "simetri tubuh, segmentasi bagian tubuh dan ... sisa-sisa kerangka". Dia juga melihat postur tubuh, bukti pergerakan dan pelarian, serta adanya "mata berkilau" yang mengindikasikan bentuk-bentuk kehidupan di Mars.


Rupanya, makhluk yang ia temukan menyerupai lebah yang ditemukan di Bumi. Gambar lain menunjukkan "lebah" di sarang mereka, dan beberapa bahkan menampilkan makhluk "fosil" yang tampak seperti ular.


"Sebuah exoskeleton dan pelengkap yang bersendi cukup untuk menetapkan identifikasi sebagai arthropoda," kata Dr Rosomer.


Se

Dia berasumsi, tiga wilayah tubuh, sepasang antena, dan enam kaki secara tradisional cukup untuk menetapkan identifikasi bahwa tampakan tersebut sebagai 'serangga' yang mirip di Bumi.


"Karakteristik ini juga harus valid untuk mengidentifikasi organisme di Mars sebagai mirip serangga. Pada pangkalan-pangkalan ini, artropoda, bentuk-bentuk mirip serangga dapat dilihat di foto-foto penjelajah Mars."


Dr Romoser belajar entomologi di Universitas Ohio selama 45 tahun dan ikut mendirikan Tropical Disease Institute. Antara 1973 dan 1998, ia menulis dan ikut menulis empat edisi buku teks yang banyak digunakan, "The Science of Entomology".


"Sementara gambar apa pun tidak dengan sendirinya membuktikan apa pun, saya percaya mosaik dari apa yang saya jelaskan itu meyakinkan," kata Dr Romoser.


Baca juga: Video: NASA Ungkap Penemuan 4 Ribu Planet di Luar Tata Surya

Mungkin saja temuan Dr. Romoter hanyalah bebatuan Mars yang melengkung akibat pareidolia, efek aneh yang menyebabkan otak melihat bentuk, struktur, dan pola di mana mereka tidak ada.


Menurut NASA, pareidolia adalah fenomena psikologis di mana orang melihat bentuk yang dapat dikenali di awan, formasi batuan, atau objek atau data yang tidak terkait.


"Ada banyak contoh fenomena ini di Bumi dan di luar angkasa."

 

loading...