Skip to main content

Ilham Arief Sirajuddin Tetap Berharap Dapat Remisi

IAS
Mantan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin.


KABAR.NEWS, Makassar - Keberadaan Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin (IAS) di Lapas Klas IA Makassar kini tak lama lagi. Ia dijadwalkan bebas menjalani masa hukuman, pada bulan Juni 2019 mendatang.


Meski kebebasan IAS sudah di depan mata, tapi mantan Wali Kota Makassar dua periode ini tetap saja berharap adanya yaitu remisi.


Baca Juga:


"Saya tetap ajukan remisi saya, karena remisi saya masih ada yang namanya dasawarsa. Kan namanya hak, jadi saya ajukan terus biar mudah mudahan direspon baik di Lapas ini maupun di Kanwil," ucap Ilham Arief Sirajuddin saat ditemui di Lapas Makassar, Senin (18/2/2019).


Dia menyebutkan bahwa dirinya divonis empat tahun penjara dalam kasus dugaan korupsi kerjasama Rehabilitasi, Operasi, dan Transfer Instalasi Pengolahan Air II Panaikang di PDAM Makassar periode 2007-2013 lalu. Dan kini, masa pidananya tinggal empat bulan, 27 hari per hari ini. Sehingga, IAS dijadwalkan akan bebas dari hukuman penjara pada bulan Juni 2019 mendatang.


"Saya bersyukur karena masa pidana saya tinggal 4 bulan 27 hari per hari ini ditahan di sini," katanya.


Terpisah, Kalapas Makassar, Budi Sarwono mengatakan, Ilham Arief Sirajuddin berada di Lapas Makassar pada 16 Februari 2019 kemarin. Kedatangannya, diantar langsung oleh petugas dari Lapas dan pihak kepolisian serta telah melengkapi semua proses administrasi.


"Tadi pagi saya sudah ketemu langsung dengan pak IAS, beliau sehat. Ini pidananya sesuai dengan putusan 4 tahun dan kemungkinan sisanya tidak sampai 5 bulan lagi menjalani hukuman dan kira-kira sampai 15 Juni (bebas)," terangnya.


Dia menjelaskan bahwa selain divonis empat tahun penjara, IAS juga telah melunasi atau membayar denda empat bulan atau Rp100 juta serta uang pengganti ke negara yang harus dibayar sebanyak Rp175 juta. Sehingga, IAS murni menjalani hukuman penjara selama empat tahun.


"Pak IAS kita tempatkan diblok Tipikor yakni blok E dan H atas. Jadi yang bersangkutan ada empat orang di dalam ruangan," pungkasnya.

  • Lodi Aprianto

 

loading...