Iksan akan Lobi PLN, 5 Kampung di Jeneponto Masih Gelap Gulita

Khususnya perkampungan di wilayah PLTU

Iksan akan Lobi PLN, 5 Kampung di Jeneponto Masih Gelap Gulita
Bupati Kabupaten Jeneponto, Iksan Iskandar. (Foto: KABAR.NEWS/Akbar Razak)






KABAR.NEWS, Jeneponto - Sejumlah rumah di Kelurahan Pantai Bahari, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, belum teraliri listrik atau masih gelap gulita saat malam hari. 


Khususnya rumah warga di Lingkungan Ujung Bori dan Lingkungan Kalerungan. Padahal, lingkungan tersebut berada di wilayah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Punagayya dan PLN setempat. (Baca juga: Miris! Dua Perkampungan di Area PLTU Jeneponto Belum Teraliri Listrik)

Bupati Jeneponto Iksan Iskandar mengaku sudah mengetahui bahwa dua lingkungan tersebut belum dialiri listrik. "Iya ada di Bangkala dekat PLTU," ujarnya kepada KABAR.NEWS di gedung DPRD Jeneponto, Rabu (2/6/2021).


Dia bilang, pemerintah tetap berusaha memasok listrik ke kampung tersebut. Pihaknya akan melakukan lobi-lobi kepada PLN.


"Sementara kita minta ke PLN karena itu kewenangannya PLN untuk memberikan sarananya," jelas Iksan.


Tak hanya di Kelurahan Pantai Bahari, Iksan mengungkapkan masih terdapat beberapa perkampungan pada lima kecamatan di Butta Turatea belum teraliri listrik.


Dia menyebut sejumlah wilayah yang belum diterangi listrik PLN yakni beberapa di Kecamatan Bontoramba, Kelara, Bangkala, Rumbia dan Bangkala Barat. 


"Sementara kita mendata kampung mana, ada beberapa yah, ada lima titik yang saya tahu," tandas Iksan.


Sebelumnya, Kepala PLN Jeneponto Yusran mengatakan, jika selama ini pihaknya sudah melakukan upaya atau mencari solusi bagi warga yang berada di Kelurahan Pantai Bahari. (Baca juga: Alasan Polres Jeneponto Tak Menahan Kepsek Diduga Cabul)


"Sejauh ini kami sudah melakukan pertemuan ke pihak PLN Bulukumba serta PLN Makassar guna mencari solusi dengah hal tersebut," kata Yusran saat dihubungi, Senin (31/5/2021). 


"Kami sering melakukan pengusulan kepada PLN Bulukumba dan Makassar, namun, jawaban mereka hanya disuruh menunggu saja hingga saat ini. Selain itu, akibat pandemi ditahun 2020 menjadi kendala utama," pungkasnya.


Penulis: Akbar Razak/A