IDI sarankan Pemkot Makassar Percepat Vaksinasi Demi PPKM Level 1

Vaksinasi harus mencapai angka 85 persen

IDI sarankan Pemkot Makassar Percepat Vaksinasi Demi PPKM Level 1
Seorang anak menerima suntikan Vaksin Covid-19 di Kota Makassar. (KABAR.NEWS/Irvan Abdullah)






KABAR.NEWS, Makassar - Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, Sulawesi Selatan, diminta untuk segera mempercepat vaksinasi Covid-19 mencapai angka 85 persen dan membentuk herd immunity


Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Makassar mengingatkan capaian angka vaksinasi yang belum mencapai target juga mempengaruhi level PPKM. Untuk turun ke level 1, Pemkot harus mencapai angka vaksinasi sebesar 70 persen.


"Sekarang kan Indonesia baru sekitar 63,5 persen vaksin pertama. Tentunya menjadi pembelajaran kita harus selalu dorong vaksin," ujar Humas IDI Makassar, dr. Wachyudi Muchsin, Minggu (24/10/2021).


Wachyudin juga mengingatkan Pemkot Makassar untuk selalu memperketat Protokol Kesehatan (Prokes). Hal ini lantaran Pemberlakuan PPKM Level 2 di Kota Makassar bisa menjadi pemicu kendornya prokes.


“Sekarang terlihat prokes mulai kendor, pemerintah jangan dilonggarkan, sekolah tatap muka langsung, kapasitas 50 persen di tempat umum, vaksin dua kali, masuk dengan aplikasi Peduli Lindungi,” ujarnya.


Belajar dari beberapa negara yang mengalami lonjakan kasus positif, Wachyudi menyebut tingkat penularan Covid-19 tidak stagnan meski kasus cenderung menurun.


“Kecenderungan naik, nah ini perlu dukungan semua pihak, lebih baik mencegah daripada mengobati. Kita tidak bisa memastikan Covid ini seperti apa besok, karena memiliki tren layaknya roller coaster dalam artian hari ini rendah, besoknya signifikan naik,” jelas dokter koboi julukan Wachyudi.


Sementara untuk aturan mobilitas warga terutama aturan penerbangan, IDI masih merekomendasikan penggunaan PCR. Menurutnya, PCR merupakan standar yang paling aman untuk memastikan penyebaran Covid-19.


“Paling utama harus kita pikirkan, penerbangan itu tetap harus memberlakukan swab PCR, itu gol standar untuk penerbangan semua mobilisasi," jelasnya.


Penulis: Fitria Nugrah Madani/B