Identitas Pria Tewas di Jalan Tol Makassar Akhirnya Terungkap

Ternyata Warga Kecamatan Bontoala

Identitas Pria Tewas di Jalan Tol Makassar Akhirnya Terungkap
Petugas kesehatan memakai APD mengevakuasi mayat yang tergelat di Jalan Tol Ir. Sutami Makassar.(IST)

KABAR.NEWS, Makassar - Identitas pria yang ditemukan tewas mengenaskan dengan sejumlah luka menganga pada wajahnya, si Jalan Tol Ir. Soetami Km 3, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, akhirnya terungkap. Pria tersebut bernama Firman, umur 32 tahun, warga Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar.

Kordinator Tim Forensik Biddokkes Polda Sulsel, Bripka Sultan mengatakan, identitas pria nahas itu diketahui ketika ada seseorang yang mengaku sebagai keluarganya mendatangi Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Makassar.

"Tim Forensik Dokpol Biddokkes Polda Sulsel menerima informasi dari yang mengaku pihak keluarga. Dilakukan pengambilan data sidik jari di situ kelihatan," ujar Bripka Sultan kepada KABAR.NEWS, via seluler, Selasa (17/11/2020).

Namun, terkait luka yang terdapat pada tubuh Firman, pihak Tim Forensik Biddokkes Polda Sulsel belum mau berspekulasi lebih jauh."Belum kami periksa, belum ada surat permintaan dari pihak penyidik," pungkas Sultan.

Sebelumnya diberitakan, seorang pria tanpa identitas ditemukan tewas mengenaskan dengan sejumlah luka di ruas Jalan Tol Ir. Soetami Km 3, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, Selasa (17/11/2020) dini hari tadi.

Kanit Reskrim Polsek Tamalanrea Iptu Muhalis, membenarkan perihal penemuan jasad pria itu. Ia mengatakan, pria itu ditemukan tergeletak pertama kali oleh petugas patroli jalan tol yang menerima laporan dari warga.

"Awalnya petugas patroli jalan tol menerima informasi dari pusat, bahwa ada jasad didekat jembatan penyebrangan jalan Tol," kata Muhalis.

Saat ditemukan petugas, pria itu mengenakan celana panjang warna abu-abu dan baju kaos oblong hitam bergaris garis merah, tergeletak tepat ditengah jalan Tol.

"Sementara belum dapat disimpulkan terkait penyebab kematian korban karena minimnya saksi-saksi yang mengetahui persis peristiwa tersebut," kata Muhalis.


Penulis: Reza Rivaldy/A