Ibu Rumah Tangga di Jeneponto Ditangkap Miliki Sabu 36 Gram

*Terancam 12 tahun penjara

Ibu Rumah Tangga di Jeneponto Ditangkap Miliki Sabu 36 Gram
Tersangka terduga pengedar narkotika jenis sabu saat dirilis Polres Jeneponto, Rabu (19/1/2022). (KABAR.NEWS/Akbar Razak).






KABAR.NEWS, Jeneponto - Seorang ibu rumah tangga (IRT) di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, ditangkap polisi karena diduga memiliki narkoba jenis sabu. 


Perempuan 40 tahun itu ditangkap di rumahnya Desa Barayya, Kecamatan Bontoramba, Jeneponto, pada Jumat (14/1/2022). Dia diamankan Tim Opsnal Narkoba Polres Jeneponto.


Kasat Narkoba Polres Jeneponto AKP Syahrul mengatakan penangkapan JS berdasarkan informasi masyarakat, bahwa IRT tersebut kerap melakukan transaksi narkoba. 


"Sehubungan dengan adanya informasi dan dari hasil penyelidikan oleh Tim Opsnal, yang dapat diketahui bahwa pelaku tersebut sering melakukan peredaran gelap atau transaksi narkotika jenis sabu," kata Syahrul saat menggelar konferensi pers di kantor Polres Jeneponto, Rabu (19/1/2022).


Menurut Syahrul, saat polisi masuk ke dalam rumah JS, perempuan ini berlari ke dalam arah dapur dengan maksud membuang narkoba tersebut.


"Sehingga tim memeriksa barang atau benda yang dibuang tersebut," beber Syahrul.


Namun aksi yang dilakukan oleh JS diketahui polisi. Polisi kemudian menyuruh JS untuk mengambil barang yang dibuang dan menyuruh membukanya. Dari tangan IRT ini, polisi mengamankan narkotika jenis sabu seberat 36,32 gram.


"Satu buah baju anak-anak warna biru yang di dalamnya terdapat 2 saset plastik klip kecil berisi kristal bening yang diduga narkotika jenis sabu. Dan masing - masing dibungkus dengan plastik bening dan dililit lakban," terangnya.


Tak sampai disitu, polisi kemudian menggeledah seisi rumah JS dan berhasil menemukan 1 bal plastik klip kecil kosong. "Di dalam karung tempat penyimpanan beras dan 1 buah timbangan digital di bagian dapur rumah pelaku," ungkapnya.


Atas perbuatanya, JS dijerat pasal 112 ayat 2 Undang-undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. "Ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara dan paling singkat 4 tahun penjara, dan denda Rp.800.000.000 ratus juta rupiah," pungkasnya.


Penulis: Akbar Razak/A