Skip to main content

Hyundai Kembangkan Teknologi Scan Finger Membuka dan Menyalakan Mobil

Hyundai Kembangkan Teknologi Sidik Jari Membuka dan Menyalakan Mobil
Ilustrasi sistem scan finger atau teknologi sidik jari di mobil hyundai. (ZDNet)


KABAR.NEWS, Seoul - Perusahaan otomotif Hyundai, bakal menerapkan teknologi sensor sidik jari atau finger scan untuk membuka dan menghidupkan mobil.


Terobosan Hyundai Motor menggunakan teknologi sidik jari pada produk terbarunya, dijadwalkan akan diluncurkan di China pada kuartal pertama 2019.




Menurut laporan ZDNet, Kamis (20/12/2018), sistem sensor sidik jari ini akan dipasang di Santa Fe 2019 dengan tujuan untuk meluncurkan di China selama kuartal pertama tahun depan.


Secara teknis menurut laporan tersebut, setiap sidik jari pengemudi akan didaftarkan ke dalam sistem sebelum mereka menggunakan mobil tersebut. 


Sementara scan finger pada mobil Hyundai akan diletakkan pada pegangan pintu, yang mana sistem ini akan mengirim data terenkripsi ke sistem untuk membuka kunci mobil. Juga akan ada pembaca sidik jari yang dipasang pada tombol kunci mobil.


Bukan hanya itu, ketika calon pengemudi mendaftarkan sidik jarinya ke dalam sistem, maka dari data itu sistem akan mencatat posisi duduk, serta sudut kaca spion yang secara otomatis diterapkan saat sidik jari yang sama mengendarai mobil tersebut.



Hyundai juga nantinya akan menambahkan suhu khusus, kelembaban, dan pengaturan kemudi.


automotive-biometrics
Ilustrasi scan finger untuk menghidupkan mesin mobil. (Bayometric)


Ini bukan pertama kalinya sidik jari digunakan untuk memulai mobil, tetapi Hyundai akan menjadi yang pertama yang menempatkan teknologi pada pegangan pintu yang dianggap sulit karena kekhawatiran tentang keamanan dan daya tahan.


Pembaca sidik jari dalam gagang pintu harus menahan sinar matahari, suhu rendah di musim dingin, dan hujan.



Hyundai mengatakan bahwa metode untuk menambahkan teknologi sidik jari menggunakan kapasitansi manusia; pembaca membedakan antara tingkat listrik di berbagai bagian jari untuk mencegah peretasan atau sidik jari palsu. 


"Pembaca memiliki tingkat kesalahan 1 dalam 50.000," kata raksasa otomotif Korea Selatan itu.