Hujan di Pangkep, Dua Pohon Tumbang Tutup Badan Jalan 

Dalam peristiwa tersebut,  satu rumah warga di Desa Kananungan, Kecamatan Labbakang, rusak cukup parah. Atapnya hilang di terjang angin puting beliung.

Hujan di Pangkep, Dua Pohon Tumbang Tutup Badan Jalan 
Tim Reaksi Cepat yang dipimpin oleh Danru Tim Reaksi Cepat (TRC), Zainuddin, ke lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi dan pembersihan material pohon.(Kabar.News/Saharuddin)






KABAR.NEWS, Pangkep  - Cuaca ekstrem masih terus melanda wilayah Kabupaten Pangkep. Akibatnya, terjadi  pohon tumbang yang menutupi akses Jalan Lontara, Kelurahan Padoang-doangan, Kecamatan Pangkajene. Pohon tumbang juga terjadi di Kampung Ciddokang Kelurahan Bontoa Kecematan Minasatene, Senin (30/11/2020).

Tim Badan Penanggulangan Bencana Darah (BPBD) Pangkep dengan sigap langsung menerjunkan satu Tim Reaksi Cepat yang dipimpin oleh Danru Tim Reaksi Cepat (TRC), Zainuddin, ke lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi dan pembersihan material pohon.

"Berkat informasi dari warga sekitar melalui nomor call center  Tim Reaksi Cepat BPBD , Pusdalops yang melaporkan bahwa ada kejadian pohon tumbang, Tim Reaksi Cepat langsung turun melakukan evakuasi dan pembersihan yang mana telah menutupi akses  Jalan di Jl. Lontara, Kelurahan Paddoang doangan, Kecematan Bungoro," ujar Zainuddin.

Kejadian ini terjadi akibat cuaca buruk yang melanda wilayah Kabupaten Panglkep. Hujan yang mengguyur wilayah tersebut disertai angin kencang sehingga mengakibatkan terjadinya pohon tumbang."Tidak ada korban jiwa maupun luka akibat kejadian ini," ujarnya.

Mengingat cuaca saat ini tidak bisa diprediksi, Zainuddin mengimbau seluruh masyarakat Pangkep jika sewaktu-waktu terjadi bencana alam di sekitar lingkungan mereka agar segera melapor ke Tim Reaksi Cepat terdekat untuk bisa ditindak lanjut dengan segera.

Meski curah hujan masih terus mengguyur wilayah tersebut, namun evakuasi pohon tumbang terus dilakukan dengan menggunakan peralatan yang dimiliki oleh Tim Reaksi Cepat. Aktivitas kendaraan di Jalan Lontara kini mulai berangsur normal.

“Bencana alam tidak bisa kita prediksi kapan akan terjadi namun ini harus kita waspadai bersama karena cuaca ekstrem yang saat ini sering terjadi kami minta kerjasamanya dengan semua stakeholder terkait terutama masyarakat Pangkep,” sambung Zainuddin.

Semenatara, Kepala Pelaksana BPBD Pangkep, berkoordinasi dengan Kabid Logistik dan Kedaruratan untuk mengerahkan Personil TRC dan Pusdalops PB untuk melakukan assesment.

Dalam peristiwa tersebut,  satu rumah warga di Desa Kananungan, Kecamatan Labbakang, rusak cukup parah. Atapnya hilang di terjang angin puting beliung.

"Sebelum kejadian malam harinya, saya bersama keluarga dalam kondisi sedang beristirahat dan sekitar pukul 01.00 wita hujan deras dan terpaan angin kencang menggoyahkan seisi rumah, seketika saya bersama keluarga terbangun bergegas keluar dari rumah mengevakuasi diri sebelum terbangnya atap rumah," ucap Sangkala (48), pemilik rumah.

Penulis: Saharuddin/B