Honai Rangga, Spot Camping Alternatif di Lolai Toraja Utara

Masih kurang terjamah wisatawan

Honai Rangga, Spot Camping Alternatif di Lolai Toraja Utara
Suasana alam pada objek wisata bumi perkemahan Honai Rangga di Lolai, Toraja Utara. (KABAR.NEWS/Arya)






KABAR.NEWS, Rantepao - Objek wisata di Kampung Lolai Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, seperti tak ada habisnya untuk dieksplorasi. Khususnya untuk spot atau titik perkemahan.


Kawasan wisata Lolai yang terletak di Kecamatan Kapalapitu, tak hanya menawarkan objek wisata Pongtorra, maupun To' Tombi yang terkenal itu. Tidak banyak yang tahu Lolai juga punya Honai Rangga.


Sejumlah pengunjung menikmati suasana pagi di Honai Rangga.
Sejumlah pengunjung menikmati suasana pagi di Honai Rangga. (KABAR.NEWS/Arya)

Sebagai lokasi camping ground yang berada di ketinggian 1.500 mdpl, Honai Rangga boleh dikata cukup berbeda dibanding destinasi wisata lain di Lolai. Bahkan terbilang jarang terjamah wisatawan.


Baca juga: Bukit Bollangi Gowa Suguhkan Panorama Alam Mirip Raja Ampat


Di lokasi ini, wisatawan tak hanya menemukan Tongkonan. Seperti namanya, pengelola memadukan bumi perkemahan dengan miniatur rumah adat Papua, Honai.


Tentunya, Honai Rangga juga menyuguhkan panorama alam eksotis khas Negeri di atas Awan. Saat malam, kota Rantepao terlihat jelas dari tempat ini. Lokasi Honai juga terjangkau jaringan internet.


Hamparan panorama awan di Honai Rangga
Hamparan panorama awan di Honai Rangga. (KABAR.NEWS/Arya)

Perbedaan lainnya, bumi perkemahan Honai Rangga beralas rumput taman sehingga bisa menjadi alternatif bagi pelancong yang ingin berkemah secara nyaman. Luasnya pun tak lebih dari 20 x 10 meter persegi. 


Diklaim yang Pertama di Lolai

 

Nathan Tonapa, pengelola Honai Rangga mengklaim bumi perkemahan di area Tongkonan Tangke ini merupakan yang pertama di Lolai sebelum dibuka untuk umum pada tahun 2017.


"Ini objek wisata pertama di Lolai. Dulu kepala desa sudah bikin papa nama dekat rumah sakit, khusus untuk objek wisata, tapi tamu mancanegara saja yang datang," ujar Nathan saat berbincang dengan KABAR.NEWS di Honai Rangga, Kamis (29/10/2020).


Menurut Nathan, awalnya Honai Rangga diperuntukkan khusus sebagai lokasi wisata keluarganya yang datang dari tanah rantau.


Miniatur rumah adat Papua, Honai, di bumi perkemahan Honai Rangga Toraja Utara
Miniatur rumah adat Papua, Honai, di bumi perkemahan Honai Rangga Toraja Utara. (KABAR.NEWS/Arya)

Setelah melihat minat orang yang datang sejak dua tahun terakhir, pengelola berinisiatif membuka Honai Rangga untuk umum tapi dengan jumlah yang terbatas.


"Tujuannya sebenarnya untuk keluarga saja. Kita sebenarnya tidak promosikan jadi mereka yang datang baku ajak-ajak, kalau ada tamu datang tidak mungkin kita suruh pulang," tutur pria 50 tahun ini. 


Baca juga: Rencana Nikah Tahun Ini? 5 Destinasi Ini Cocok Untuk Lamaran dan Berbulan Madu


Untuk sekadar berkunjung berfoto-foto di Hanoi Rangga, setiap orang dikenakan tarif Rp15 ribu bahkan gratis. Sementara, untuk bermalam dan membuka tenda, Nathan mematok biaya Rp25 ribu per kepala. Biaya tersebut perawatan rumput, kamar mandi, serta keperluan lain.


Honai Rangga
Momen foto bersama pengunjung Honai Rangga. (KABAR.NEWS/Arya)

Lokasi objek wisata Honai Rangga berjarak sekitar kurang-lebih 20 km dari Rantepao, Toraja Utara, atau dapat ditempuh paling lama 10 menit dari To' Tombi dan dapat diakses mengendarai roda dua maupun empat. 

 

Nathan melanjutkan, Honai Rangga baru banyak terjamah wisatawan saat awal tahun 2020. Namun, karena pandemi Covid-19, pihaknya melarang kedatangan pengunjung sampai Toraja Utara dinyatakan zona hijau.

 

"Kalau mau datang dan buka tenda silahkan, tapi ini kan tidak terlalu besar lokasinya, jadi siapa yang cepat
itu yang kita persilahkan," tandas Nathan.